GRESIK, KOMPAS.com - Sodik (49), warga Desa Lebani Waras, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten Gresik, Selasa (1/12) pukul 10.00 dirampok di depan rumahnya. Uang Rp 5 juta yang baru diambil bersama istrinya Maimunah (43) dari Bank Mandiri Krian, Kabupaten Sidoarj o dan dua telepon seluler dijarah perampok.
Saat sampai di depan rumah, istrinya turun dari mobil, tiba-tiba ada tiga orang mendekati korban sambil menodongkan pisau ke perutnya. Tas berisi uang dan dua ponsel dirampas. Pelaku kabur ke arah Mojokerto dengan dua sepeda motor. Kepala Kepolisian Resor Gresik, Ajun Komisaris Rinto Djatmono akan mengecek kasus itu.
Perampokan ini adalah ketiga kalinya di Gresik, sejak 3 November lalu. Direktur PT Shunxing Logam Indochina, You Suchu Jie, warga negara China, dirampok di perusahaan tempatnya bekerja tepatnya di Jalan Raya Wringinanom Kilometer 30, Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik pada 19 November lalu pukul 12.30. Uang Rp 120 juta yang baru diambil dari Bank pun amblas dibawa pelaku.
Saat itu You Suchu Jie baru saja kembali mengambil uang di BCA Krian, Sidoarjo, mengendarai mobil Izusu Panther bernomor polisi L 1710 VE yang dikemudikan Wawan. Sesampainya di perusahaan, pintu dibuka satpam bernama Suyitno. Korban turun dari mobil. Saat itu ada dua orang tidak dikenal masuk ke perusahaan dengan alasan membeli besi betoneser.
Dua orang itu mendatangi korban dan merampas tas berisi uang tunai Rp 120 juta yang baru diambil dari BCA. Selanjutnya, dua pelaku kabur menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter yang nomor polisinya tidak diketahui dan sepeda motor Suzuki Smash warna merah, nomor polisi juga tidak diketahui. Dua pelaku melaju ke arah timur.
Pada 3 November lalu, warga Perumahan Darmo Indah Surabaya, Sidik Hans (54), General Manager (GM) perusahaan industri kimia, PT Toppac Purna Cipta, Gresik, dirampok di area parkir Bank Niaga Jalan Dr Soetomo Gresik. Uang tunai Rp 35 juta milik perusahaan pun amblas.
Sebelumnya, Hans mengambil uang tunai dari Kantor BCA Jalan Dr Sutomo Gresik sebanyak Rp 47 juta. Uang perusahaan Rp 35 juta dia masukkan ke dalam tas dan ditaruh di jok tengah mobil Kijang Innova L 2007 KL yang dikendarai. Sisanya Rp 9 juta ditabungkan di Bank Niaga dan Rp 3 juta di Bank Mandiri. Dari BCA, Hans menuju Bank Niaga yang jaraknya sekitar 800 meter tanpa pengawalan polisi.
Hans memarkir mobilnya dan langsung masuk ke bank dengan meninggalkan uang Rp 35 di jok mobil. Sekitar 15 menit di dalam bank, Hans keluar. Dia kaget melihat kaca depan mobilnya sebelah kiri pecah. Uang perusahaan Rp 35 juta dan sejumlah surat yang ditaruh di jok mobil bagian tengah telah hilang. Polisi menduga pelaku merupakan komplotan perampok nasabah bank yang terorganisasi dan biasa beraksi di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
Kepolisian Resor Lamongan menduga senjata api yang ditodongkan perampok terhadap pengusaha penggilingan padi Ahmad Nurul Misbach (43) warga Dusun Ngembet, Desa Sukobendo, Kecamatan Mantup pada Minggu (29/11) dinihari merupakan jenis senjata rakitan. Saat itu kawanan perampok menggasak mobil Toyota Avanza, perhiasan senilai Rp 17 juta, uang tunai Rp 20 juta, lima telepon seluler, dan enam Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor. Misbach dan istrinya Sri Wahyuni diikat, dan diancam dengan senjata api, clurit dan pedang.
Minggu petang, pengusaha penggilingan padi, rumah Subkhan (40) warga Plosowahyu, Kecamatan Lamongan juga disatroni penjahat. Perhiasan emas seberat 20 gram dan uang tunai dijarak pelaku, saat rumah kosong dan dirinya menunggu usaha penggilingannya di wilayah Kecamatan Karanggeneng. Pelaku merusak gembok pintu gerbang dan merusak pintu utama rumah Subkhan. Sejumlah saksi mata melihat mobil Avanza lalu lalang di depan rumah korban.
Hingga saat ini polisi belum bisa mengungkap identitas pelaku kejahatan itu. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Lamongan, Ajun Komisaris Sutopo menyatakan diduga aksi perampokan itu dilakukan jaringan lintas kota yang sudah terorganisir dengan baik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang