LPS Bantah Rekayasa Aturan

Kompas.com - 01/12/2009, 19:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membantah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menuding adanya rekayasa dalam kebijakan LPS sehingga memungkinkan suntikan dana likuiditas ke Bank Century.

Rudjito, Kepala Komisioner LPS menjelaskan, LPS telah melakukan kajian perubahan kebijakan sejak beberapa tahun lalu."Perubahan itu tidak ada kaitannya dengan penyelamatan Bank Century, apalagi fungsi LPS menurut UU adalah untuk menyehatkan bank dan menangani bank bermasalah sampai bank tersebut memenuhi tingkat kesehatan sesuai aturan perbankan," kata Rudjito.

Setelah ada suntikan kedua sebesar Rp 2,2 triliun, ternyata pendarahan di Bank Century tetap tidak bisa berhenti. Rasio kecukupan modal atau Capuital Adequacy Ratio (CAR) mengalami minus 22 persen pada 31 Desember 2008.

Audit BPK mencurigai adanya rekayasa aturan untuk melegalkan Penyertaan Modal Sementara LPS kepada Bank Century Rp 2,2 triliun. PMS tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas berdasarkan permintaan manajemen Bank Century.

Padahal ketentuan dalam Peraturan LPS nomor 5/ 2006 menyebutkan LPS tidak memungkinkan untuk memberikan bantuan dalam rangka memenuhi kebutuhan likuiditas. Tanggal 5 Desember 2008 LPS melakukan perubahan aturan tersebut, dengan mengeluarkan LPS nomor 3/2008 yang membolehkan LPS untuk memberikan likuiditas kepada bank. Ini yang menyebabkan BPK menduga ada rekayasa untuk menyuntikkan dana ke Bank Century. (Ruisa Khoiriyah/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau