Bogor Siap Terima Hasil UN

Kompas.com - 01/12/2009, 20:14 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Bupati Bogor Rachmat Yasin menegaskan Pemerintah Kabupaten Bogor siap menerima hasil Ujian Nasional (UN) sebagai sarat kelulusan siswa pada lima tahun mendatang. Saat ini, UN jangan dijadikan sarat kelulusan siswa.

"UN itu perlu, tapi sekarang jangan jadi standar kelulusan siswa. Kalau sekarang jadi standar kelulusan siswa, tidak adil. Sebab, tidak usah bicara daerah lainlah, di Kabupaten Bogor saja, sarana dan prasaraan pendidikan masih kurang," katanya di Cibinong, Senin (1/12) siang.

Rachmat Yasin mengakui, masalah kerhasilan anak didik lulus atau menanamkan pendidikannya, menyangkut citra dan gengsi pemerintah daerah, karena keberhasilan dalam bidang pendidikan merupakan salah satu indikator keberhasilan sebuah pemerintahan. "Itu sebabnya, Dinas Pendidikan dan para pimpinan sekolah diberi target-target yang harus dicapai, termasuk persentase kelulusan para siswa. Kalau tidak diberi target, bisa kacau mutu pendidikan di sini,' katanya.

Berkaitan dengan itu, lanjut Rachmat Yasin, APBD Tahun Angaran 2010 mengalokasikan dana bagi sektor pendidikan mencapai Rp 776 miliar atau 32 persen total APBD, walaupun itu termasuk kompenen gaji guru dan karyawan sektor pendidikan.

"Pokoknya, saya punya target yang harus dicapai, walaupun harus bertahap. Misalnya, untuk jumlah sekolah. Saat ini hanya ada 153 SLTP dan 26 SLTA, baik negeri maupun swasta. Kami menargetkan, di setiap Kecamatan harus ada 3 SMA dan 1 SMK dan di tiap tiga desa/kelurahan harus ada 1 SMP. Kami memiliki 40 kecamatan dengan 410 desa dan 15 kelurahan," ungkapnya.

Sebab itulah, tegas Bupati Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor baru siap menerima UN sebagai standarisasi mutu pendidikan dan kelulusan siswanya, lima tahun mendatang. "Kami harus optimis, lima tahun mendatang mutu guru dan sekolah-sekolah di sini sudah siap untuk bertarung di UN. Harus lima tahun bisa, walaupun saat ini sarana pendidikan dan kopetensi gurunya masih minim, sebab kami dekat dengan Jakarta," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau