Tim Sembilan Temui Tokoh Senior PKS

Kompas.com - 02/12/2009, 09:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para inisiator hak angket atas kasus dana talangan kepada Bank Century senilai Rp 6,7 triliun atau Tim Sembilan, Rabu (2/12) pukul 13.00 ini akan menemui Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin di Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

"Kami akan meminta dukungan dari tokoh senior PKS Ustaz Hilmi," ujar inisiator hak angket dari Fraksi PDI-P, Maruarar Sirait, di sela-sela Rapat Paripurna DPR RI, Selasa kemarin.

Terkait pertemuan dengan mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla, yang disebut-sebut sebagai saksi mahkota, sumber Kompas.com di Tim Sembilan mengatakan, pihaknya akan bertemu dengannya setelah Pansus Hak Angket atas Kasus Bank Century terbentuk.

Terkait kabar yang berkembang bahwa tertundanya pertemuan Tim Sembilan-JK akibat intimidasi dari pihak-pihak tertentu, sumber tersebut menepisnya. "Pak JK bukan tokoh yang bisa diintimidasi," ujar sumber tersebut.

JK sendiri telah menyatakan siap dan bersedia memenuhi panggilan Panitia Angket DPR RI terkait skandal Bank Century. "Saya belum terima surat panggilan terkait hak angket DPR RI untuk Century, tapi sebagai warga negara saya wajib memenuhi panggilan tersebut," katanya di Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau