JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (2/12) pagi, menguat 20 poin, setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laporan positif November 2009, mengalami deflasi 0,03 persen, dan membuat inflasi tahun kalender (Januari-November) hanya 2,45 persen.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik menjadi Rp 9.420-Rp 9.435 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.440-Rp 9.455.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta, Rabu, mengatakan, kenaikan rupiah masih kecil sehingga posisinya masih berada di atas angka Rp 9.400 per dollar. "Rupiah diharapkan akan dapat bergerak naik pada sore nanti sehingga posisi makin mendekati angka Rp 9.400 per dollar," ucapnya.
Ia mengatakan optimistis rupiah akan terus bergerak naik hingga mendekati angka Rp 9.300 per dollar pada akhir tahun ini, setelah ada laporan bahwa China, India, dan Indonesia merupakan negara terdepan di Asia yang mendorong pertumbuhan ekonomi dunia tumbuh lebih cepat. "Karena itu, pemerintah harus segera membenahi infrastruktur lebih cepat agar sektor riil dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Menurut dia, Indonesia dinilai mampu mengatasi krisis global dan merupakan pasar potensial bagi investor asing untuk menginvestasikan dananya di pasar domestik. "Karena itu, ekonomi Indonesia ke depan akan semakin tumbuh lebih baik yang diperkirakan berada di kisaran 5,2 sampai 5,3 persen," ucapnya.
Untuk itu, peluang rupiah untuk bergerak naik sangat memungkinkan. "Kenaikan rupiah itu juga didukung oleh meredanya kasus Dubai World yang semula diperkirakan akan meluas," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang