JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menegaskan pihaknya bakal melakukan pengawasan terhadap volatilitas rupiah agar tetap berada pada posisi yang stabil. "Kita mengamati supaya volatilitasnya tidak terlalu tinggi," ujarnya saat Investor Summit dan Capital Market Expo 2009 , di Ritz Carlton Pacific Place, Rabu ( 2/12 ).
BI mengisyaratkan bakal mempertahankan rupiah di kisaran Rp 9.500, atas pertimbangan sisi eksportir maupun importir. Menurutnya, angka tersebut dinilai tidak akan menguntungkan atau merugikan banyak pihak. Dia menjelaskan, bila rupiah terlalu kuat maka akan merugikan para eksportir. Hal sebaliknya terjadi bila rupiah melemah, maka akan merugikan para importir. "Karena itu, BI harus mencari titik optimum. Kita pelihara di Rp 9.500 menurut kita itu tingkat eksportir tidak dirugikan dan importir tidak diuntungkan. Tetapi itu karena posisi rupiah saat ini ya," tuturnya.
Kendati demikian, Darmin menyatakan, pihaknya tidak memiliki hak untuk menetapkan satu nilai tukar rupiah. "BI sebenarnya kebijakannya tidak menetapkan 1 tingkat nilai tukar," tandasnya
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang