KPK: Tim Baru Mulai, Pengusutan Century Butuh Waktu

Kompas.com - 02/12/2009, 16:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki skandal Bank Century yang diduga merugikan negara senilai Rp 6,7 triliun. Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa mengatakan, proses pengusutan untuk kasus sebesar itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. "Tim kami sedang melakukan telaah dan kajian. Kami memberikan kesempatan untuk mendalami, dan itu butuh waktu," kata Mas Ahmad Santosa, Rabu (2/12) di Jakarta. 

Mas Ahmad juga belum bisa memastikan kapan proses tersebut bisa sampai ke tahap yang lebih serius. "Sampai saat ini tim masih belum menyampaikan laporan. Saya tidak tahu akan berapa lama. Namun, kami tidak mau mereka buru-buru bekerja. Tajamkan dulu analisisnya," tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, dengan proses dan waktu yang terus berjalan, perkembangan kasus Century kemungkinan besar akan bisa ditangani saat dua pimpinan KPK lainnya, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, sudah kembali memimpin. "Saya kira pimpinan baru nanti yang bisa meng-handle," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau