Stevie Wonder Jadi Duta Perdamaian PBB

Kompas.com - 02/12/2009, 22:18 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com--Penyanyi dan pencipta lagu legendaris asal Amerika Serikat Stevie Wonder ditunjuk sebagai Duta Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang akan bertugas terutama mendukung upaya PBB dalam memberdayakan potensi orang-orang cacat di berbagai belahan dunia.

Pelantun tembang-tembang terkenal seperti "I Just Called to Say I Love You", "Lately" dan "We Are the World" itu dianggap PBB sebagai figur yang sangat inspiratif.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dalam jumpa pers di New York, Selasa, mengaku kagum akan kehebatan sosok Stevie, yang walaupun buta sejak lahir, telah begitu banyak memberikan kontribusi kepada dunia.

"Duta Perdamaian kita yang paling baru ini adalah seseorang yang dikagumi oleh jutaan orang dan telah memberikan kontribusi kepada jutaan manusia," kata Ban Ki-moon ketika mengumumkan penunjukan Stevie untuk menduduki jabatan prestisius itu.

Selain Stevie, PBB telah mendaulat 10 tokoh dunia lainnya untuk menjalankan tugas sebagai Duta Perdamaian PBB untuk mengangkat berbagai masalah yang dihadapi masyarakat dunia.

Kesepuluh duta itu merupakan sosok yang telah dikenal secara luas oleh publik dunia melalui berbagai kiprahnya.

Mereka adalah aktor George Clooney (untuk masalah perdamaian); aktris Charlize Theron (penghapusan kekerasan terhadap perempuan); aktor Michael Douglas (perlucutan senjata); penulis Paulo Coelho (kemiskinan dan dialog antar-budaya); konduktor Daniel Barenboim (perdamaian dan toleransi); pemain selo Yo-Yo Ma (pemuda); pemain biola Midori Goto (MDGs dan pemuda), peraih Nobel Perdamaian Elie Wiesel (perlindungan hak asasi manusia); puteri raja Yordania Haya Bint al Hussein (MDGs dan kelaparan); serta ahli simpanse Jane Goodall (perlindungan alam dan masalah-masalah lingkungan).

Sekjen PBB mencatat bahwa Stevie Wonder telah secara konsisten memanfaatkan suara indahnya serta hubungan spesial yang dijalinnya dengan publik untuk menciptakan dunia yang lebih baik --di mana hak-hak manusia dan sipil dihormati-- serta meningkatkan taraf hidup orang-orang yang kurang beruntung.

"Stevie Wonder benar-benar memberikan inspirasi kepada anak-anak muda di seluruh dunia dalam upaya melakukan berbagai pencapaian kendati memiliki keterbatasan fisik," ujar Ban Ki-moon.

PBB juga mencatat betapa Stevie sangat aktif dalam mendukung kegiatan kemanusiaan di AS dan dunia.

Artis kulit hitam kelahiran 13 Mei 1950 itu mempelopori kampanye pada tahun 1983 untuk membuat Martin Luther King Day sebagai hari libur nasional di AS serta memberikan dukungan bagi penghapusan apartheid di Afrika Selatan.

Kegiatan amal lainnya yang dijalankan Stevie, antara lain melalui "President`s Committee on Employment of People with Disabilities", "Children`s Diabetes Foundation", "Junior Blind of America" dan dibentuknya "Wonder Vision Awards Program".

Sebagai artis rekaman, si pencetak rekor penerima penghargaan musik Grammy (lebih dari 20 Grammy Awards) itu juga kerap menggarap proyek-proyek musik yang berhubungan dengan masalah-masalah kemanusiaan.

Ia telah menciptakan, memproduksi, dan membawakan lagu-lagu untuk kepentingan amal dan dukungan bagi orang-orang cacat, tuna wisma, pengidap AIDS, kanker, diabetes, mengalami kelaparan dan kekerasan dalam rumah tangga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau