Blatter Minta Maaf Kepada Irlandia

Kompas.com - 03/12/2009, 00:40 WIB

CAPE TOWN, KOMPAS.com - Presiden FIFA, Sepp Blatter, meminta maaf kepada Irlandia, karena komentarnya yang  terkesan mendukung aksi handsball Thierry Henry.

Irlandia memang terluka, karena tersingkir dari Piala Dunia, setelah bermain imbang 1-1 lawan Perancis di babak play-off leg kedua. Yang menyakitkan, gol Perancis yang dicetak William Gallas diawali aksi handsball Henry yang disengaja.

Blatter sempat membela Henry. Dia mengatakan, aksi seperti itu sering tak terhindarkan dalam permainan.

"Saya sendiri dulu seorang striker dan saya harus berusaha mencetak gol. Saya juga menggunakan tangan, bukan untuk menyentuh bola tapi untuk mendiring pemain lawan," jelas Blatter.

Pernyataan demi pernyataan Blatter itu membuat Irlandia semakin terluka. Federasi sepak bola Irlandia menilai, Blatter seolah memberi kesempatan kepada kecurangan. Karena itu, Blatter meminta maaf.

"Saya menyesal terhadap apa yang telah saya katakan. Saya minta maaf atas segalanya. Sebuah kebodohan bahwa masalah ini harus dikomunikasikan dengan cara demikian. Maaf lagi," katanya di Cape Town, Afrika Selatan.

Blatter juga meminta maaf, karena penggunaan teknologi untuk menguji apakah terjadi pelanggaran atau tidak, belum bisa diterapkan. Dia juga menolak penunjukkan dua wasit di setiap gawang pada Piala Dunia 2010 nanti. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau