Pejuang Hamas Tewas Tertimpa Reruntuhan Terowongan

Kompas.com - 03/12/2009, 00:44 WIB


GAZA, KOMPAS.com - Seorang pejuang senior Hamas, Rabu kemarin tewas di dalam terowongan yang roboh di Jalur Gaza. "Yasser Sabri Radi (37), seorang komandan lapangan Brigade Qassam dari Kamp Nuseirat di Gaza tengah, mati syahid Rabu pagi ketika menjalankan tugas yang berkaitan dengan jihad," kata juru bicara kelompok Hamas dalam pernyataannya kepada media setempat.

Pernyataan itu tidak menjelaskan penyebab kematian pejuang Hamas tersebut, namun beberapa petugas medis Palestina mengatakan bahwa Radi tewas tertimpa terowongan yang roboh.

Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap bersenjata Hamas yang menguasai Jalur Gaza sejak Juni 2007, diyakini menggunakan jaringan terowongan untuk bersembunyi, menyimpan senjata dan melancarkan serangan-serangan.
       
Pasukan Israel berulang kali membom daerah perbatasan Gaza dengan Mesir sejak mereka memulai serengan pada 27 Desember tahun lalu, dalam upaya menghancurkan terowongan-terowongan penyelundup yang menghubungkan wilayah miskin Palestina itu dengan Mesir.

Angkatan udara Israel membom lebih dari 40 terowongan yang menghubungkan wilayah Jalur Gaza yang diblokade dengan gurun Sinai di Mesir pada saat serangan itu dimulai.

Terowongan-terowongan yang melintasi perbatasan itu digunakan untuk menyelundupkan barang dan senjata ke wilayah Jalur Gaza yang terputus dari dunia luar karena blokade Israel sejak Hamas menguasainya tahun lalu.
       
Pada Juni 2006, para pejuang dari Hamas dan dua kelompok bersenjata lain Palestina menggunakan terowongan di bawah perbatasan Gaza-Israel dan menyerang sebuah pos militer, menewaskan dua prajurit Israel dan menangkap seorang pajurit ketiga yang hingga kini masih ditahan di Gaza.
       
Hamas menuntut pembebasan 1.000 tahanan Palestina untuk ditukar dengan prajurit Israel yang ditangkap, yakni Gilad Shalit. Pada 2 Oktober, Israel membebaskan 20 wanita Palestina sebagai imbalan atas sebuah video "bukti hidup" Shalit yang berusia 23 tahun.
       
Beberapa sumber yang mengetahui negosiasi mengenai pertukaran tahanan mengatakan bahwa Hamas, akan menyerahkan Shalit kepada Mesir, dan Israel membebaskan sekitar 350 hingga 450 tahanan. Beberapa di antaranya akan diasingkan ke luar negeri, bukan kembali ke Tepi Barat atau Gaza.

Tahanan-tahanan lain juga akan dibebaskan ketika Shalit dipindahkan dari Mesir ke Israel, sementara pembebasan lebih lanjut akan diselesaikan dalam beberapa pekan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau