Obama Resmi Kirim 30.000 Tentara

Kompas.com - 03/12/2009, 05:46 WIB

WEST POINT ,KOMPAS.com - Setelah pertimbangan selama lebih dari tiga bulan dan 10 kali rapat dengan para penasihat keamanan, Presiden Amerika Serikat Barack Obama akhirnya mengumumkan pengiriman 30.000 tentara tambahan ke Afganistan. Kini, AS memiliki lebih dari 100.000 tentara di Afganistan.

”(Perang) di Afganistan tidak mengalami kekalahan, hanya saja selama beberapa tahun mengalami kemunduran,” kata Obama di hadapan para siswa Akademi Militer AS di West Point, Selasa malam waktu setempat atau Rabu (2/12) pagi WIB.

Penambahan pasukan ini merupakan yang kedua di Afganistan selama Obama berkuasa sejak Januari 2009. Tujuannya adalah untuk meniadakan surga perlindungan bagi Al Qaeda, membalikkan momentum yang diraih Taliban, serta memperkuat pasukan keamanan dan Pemerintah Afganistan.

Obama mengatakan, dia tidak bermaksud berperang tanpa akhir. Setelah 18 bulan, atau pada Juli 2011, pasukan AS akan mulai ditarik dari Afganistan. Mereka akan secepatnya melatih pasukan Afganistan agar dapat mengambil alih perang dan bertanggung jawab atas keamanan negaranya.

Tentara tambahan AS akan dikirim secepatnya. Marinir pertama akan tiba paling cepat pada akhir Desember 2009. Seluruh pasukan baru akan berperang selama enam bulan.

Pengumuman mengenai waktu penarikan pasukan pada Juli 2011 menuai kritik karena akan mengirim sinyal yang salah. Partai Republik menyatakan, pengumuman kerangka waktu penarikan hanya akan membesarkan hati Taliban dan melemahkan dukungan bagi Pemerintah Afganistan dan Pakistan.

Kalangan Partai Demokrat juga menentang tambahan pasukan terkait besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Strategi baru di Afganistan akan memakan biaya 30 miliar dollar AS per tahun, di tengah tingginya angka pengangguran dan reformasi layanan kesehatan.

Dalam pidatonya, Obama juga meminta anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengirimkan pasukan tambahan. Saat ini sudah ada lebih dari 32.000 tentara NATO di Afganistan.

Menanggapi permintaan Presiden Obama, Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, sekutu-sekutu AS siap mengirim sedikitnya 5.000 tentara tambahan ke Afganistan.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menyebut strategi baru Obama ”berani” dan meminta semua negara yang ingin membantu Afganistan untuk mendukung. Perdana Menteri Inggris Gordon Brown juga menyerukan agar sekutu-sekutu AS bersatu di belakang strategi Obama dan berjanji menambah 500 tentara.

Jerman menyatakan akan menunggu hingga konferensi soal Afganistan di London pada Januari 2010 sebelum memutuskan pengiriman pasukan tambahan. Italia menyatakan akan menambah pasukan.

Pidato Obama di West Point menandai ujian besar bagi pemerintahannya dan sebenarnya memberi peluang untuk mendefinisikan ulang perang di Afganistan. Selama masa-masa pertimbangan, dukungan terhadap kebijakan Obama di Afganistan terus menurun. Jajak pendapat terkini oleh Gallup menunjukkan, hanya 35 persen warga AS yang mendukung cara Obama menangani perang di Afganistan dan 55 persen menolak.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, cara paling baik penyelesaian konflik di Afganistan bukan hanya penambahan pasukan, melainkan juga peningkatan kapasitas sipil dan pembangunan.(ap/afp/reuters/ bbc/cnn/fro/oki)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau