Jemaah Haji asal Sumut Tiba di Tanah Air

Kompas.com - 03/12/2009, 05:51 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Jemaah haji kelompok terbang (kloter) 1 Sumatera Utara (Sumut) debarkasi Medan telah tiba di Bandara Internasional Polonia Medan, Kamis, pada pukul 00:40 WIB dengan menggunakan pesawat maskapai Garuda Indonesia.

Humas Kanwil Departemen Agama Sumut, Solehuddin di Medan, Kamis, mengatakan, pesawat yang mengangkut 455 orang jemaah kloter 1 itu mendarat di Bandara Polonia, Medan, pukul 00:40 WIB dari jadwal seharusnya pukul 23.45 WIB.

Ia menyatakan keterlambatan terjadi karena pemulangan jemaah haji di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah cukup tinggi. "Pemulangan kloter 1 ini mengalami penundaan satu jam atau tiba pukul 00:40 WIB di Medan karena terjadinya kepadatan di bandara King Abdul Aziz. Tapi syukur Alhamdulillah keterlambatan itu bisa diatasi dan semua jemaah tiba dengan selamat," katanya.

Jemaah haji kloter 1 debarkasi Medan merupakan jemaah haji Sumut yang berasal dari Kabupaten Labuhan Batu sebanyak 452 orang dan Kota Medan sebanyak 3 orang. Sedangkan selebihnya merupakan petugas haji dari pusat dan daerah.

Dengan tibanya kloter 1 itu, Solehuddin mengharapkan agar para jemaah yang baru saja menunaikan ibadah haji dapat menjaga diri dari perbuatan yang dilarang agama. "Senantiasa dalam keadaan ihram artinya makna ihram tidak hanya sewaktu berada di tanah suci melainkan juga tanah air," katanya sambil berpesan kepada jamaah agar selalu meningkatkan kualitas dalam "hablum minallah" atau berhubungan dengan Allah dan "hablum minannas" atau berhubungan sesama manusia, sehingga menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.
    
Sebelumnya dikabarkan bahwa jemaah haji kloter itu akan diperiksa kondisi kesehatannya guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular dari Tanah Suci. Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kanwil Departemen Agama Sumut, Abdul Rahman Harahap, menambahkan, begitu tiba di Bandara Polonia Medan jemaah haji akan diangkut dengan bus menuju Asrama Haji Medan. Setelah dilakukan pemeriksaan berkas dan barang-barang bawaan, mereka akan dilepas ke daerah masing-masing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau