JAKARTA, KOMPAS.com - Demikian disampaikan Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution. ”Saya pikir pasar modal saingan perbankan, tetapi bukan,” kata Darmin Nasution, dalam ”Investor Summit and Capital Market Expo 2009” di Jakarta, Rabu (2/12). Dijelaskan, pasar modal hanya menyediakan pembiayaan untuk jangka menengah ke atas, sedangkan perbankan lebih banyak untuk jangka pendek. Perbankan dapat melakukan pembiayaan untuk jangka pendek karena 91 persen dana pihak ketiga (DPK) yang diperoleh bank dalam bentuk jangka pendek, dan 8,8 persen deposito 3 bulan ke atas. Seharusnya, lanjut Darmin, pasar uang dapat menjadi pesaing bank. Namun, hingga kini Indonesia belum memiliki regulasi di pasar uang. Berdasarkan undang-undang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengawasi surat utang di atas satu tahun. Adapun BI hanya mengawasi bank. Pasar uang belum ada yang mengawasi. Darmin mengatakan, kalau ada pesaing, perbankan tidak bisa menetapkan suku bunga kredit dengan rate tinggi seperti saat ini. Tidak diturunkan lagi Tingginya bunga kredit karena perbankan menerapkan selisih bunga yang tinggi. Menurut Darmin, suku bunga acuan BI tidak akan diturunkan lagi, akan dipertahankan pada 6,5 persen. ”Tidak ingin nantinya Januari 2010, kami menaikkan kembali BI Rate,” ujar Darmin. Darmin mengakui, idealnya selisih inflasi dengan suku bunga acuan BI 1,5 persen. Namun, jika suku bunga acuan BI hanya didasarkan data saat ini, akan berubah tiap bulan. ”BI Rate juga mengantisipasi perkiraan inflasi 2010, yaitu 5-5,5 persen. Seperti diwartakan, pada November 2009 terjadi deflasi 0,03 persen. Ini membuat inflasi tahun kalender (Januari-November) 2,45 persen dan tahunan 2,41 persen.