Lagi, Ruang Kelas Ambruk Dimakan Usia

Kompas.com - 03/12/2009, 11:18 WIB

CIANJUR, KOMPAS.com — Sebanyak tiga ruang kelas di SDN Buniayu 02 di Kampung Buniayu, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, ambruk akibat lapuk dimakan usia.

Sekolah dasar yang dibangun pada 1999-2000 itu awalnya memiliki enam ruang kelas dan satu kantor. Kini, setelah ambruknya tiga ruang kelas itu, proses belajar-mengajar bagi 414 siswa sekolah itu terganggu.

Endang (43), di Cianjur, Kamis (3/12), warga sekitar yang menjadi saksi mata, membenarkan suara dentuman ambruknya tembok ruang kelas tersebut pada Rabu (2/12) menjelang malam. Saat hujan turun cukup deras disertai angin, bunyi itu terdengar kuat. Tiba-tiba, kata Endang, satu ruang kelas yang letaknya bersebelahan dengan rumah warga ambruk hingga rata dengan tanah.

Sebelumnya, warga sempat mendengar suara dentuman keras disertai bunyi gemuruh tembok yang runtuh. "Saya langsung lari ke arah suara itu dan mendapati ruang kelas di SDN Buniayu kembali runtuh rata dengan tanah. Ini untuk ketiga kalinya dalam satu tahun terakhir," tutur Endang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau