Golkar Dukung Hak Angket Bukan untuk Gulingkan Boediono

Kompas.com - 03/12/2009, 15:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golkar membantah bahwa pihaknya turut mendukung usulan hak angket atas kasus dana talangan kepada Bank Century senilai Rp 6,7 triliun guna menggulingkan posisi Wakil Presiden Boediono. Seperti diberitakan, Boediono, dan juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dinilai bertanggung jawab atas skandal ini.

Jika Panitia Angket Century berhasil membuktikan keterlibatan Boediono, bukan tidak mungkin ekonom senior ini tergelincir dari kursi RI 2. Bahkan, saat ini pun banyak pihak yang menghendaki agar Boediono dan Sri Mulyani nonaktif dari posisinya sebagai pejabat publik.

"Tidak ada sebersit pun niat Golkar untuk memimpikan RI 2 karena memang tidak ada relevansinya ke sana. Kami ingin angket ini murni menyelidiki karut-marutnya aliran dana Bank Century," ujar Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso, Kamis (3/12) kepada para wartawan di Gedung DPR RI.

Priyo menekankan, Golkar tidak pernah memiliki skenario untuk jatuhkan seseorang. "Namun, jika apa yang dilakukan keduanya tidak memiliki payung hukum dan ada indikasi kecerobohan pada masalah ini dan tidak ada jalan lain, ya apa boleh buat. Jika ada rekomendasi ke arah sana ini karena ada hal yang fundamental. Golkar akan hati-hati supaya biaya politik tidak terlalu mahal untuk ungkap persoalan ini," jelas Priyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau