JAKARTA, KOMPAS.com - Terus naiknya harga emas di pasar internasonal hingga menembus 1.200 dollar AS per troy ounce, membuat para pedagang emas di Jakarta terusik. Bagaimana tidak, dengan harga emas yang terus melejit dalam 12 bulan terakhir hingga mencapai rekor tertingginya tentu berdampak pada penurunan transaksi pembelian emas di pasaran.
Seperti yang dialami Johan (36) seorang pedagang emas di Jakarta. Johan mengaku dirinya mulai tidak tenang karena harga emas terus saja melambung tinggi. Ia menambahkan bahwa kenaikan harga emas ini berefek cukup buruk pada usahanya. "Selama emas naik pembelian jadi berkurang. Orang jadi pada nggak berani beli. Kalau dikira-kira jumlah pembelian semenjak emas naik terus jadi turun sampai 50 persen. Kita jadi rugi sekali, " ujarnya.
Namun berbeda dari biasanya, harga emas yang tinggi di pasaran rupanya tak lantas membuat para konsumen berbondong-bondong menjual perhiasannya. Hal ini diakui pula oleh Johan. "Pembelian turun drastis, tapi penjualan juga nggak meningkat kok. Masih segitu-gitu aja. Pokoknya transaksi jual beli emang lagi kurang, anjlok," katanya dengan nada lesu.
Hal ini juga dibenarkan oleh salah seorang pedagang emas lainnya yang enggan disebutkan namanya. "Harga emas naik, jual beli lesu mbak. Apalagi pembelian, turun banget. Yang pada beli paling yang mau nikah, buat mas kawin."
Namun kedua pedagang itu tetap optimistis harga emas akan segera turun kembali karena diakui keduanya harga emas sangat fluktuatif, bisa cepat naik bisa pula turun dengan tiba-tiba.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang