Harga Emas Naik Terus, Bisnis Domestik Lesu

Kompas.com - 03/12/2009, 17:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terus naiknya harga emas di pasar internasonal hingga menembus 1.200 dollar AS per troy ounce,  membuat para pedagang emas di Jakarta terusik. Bagaimana tidak, dengan harga emas yang terus melejit dalam 12 bulan terakhir hingga mencapai rekor tertingginya tentu berdampak pada penurunan transaksi pembelian emas di pasaran.

Seperti yang dialami Johan (36) seorang pedagang emas di Jakarta. Johan mengaku dirinya mulai tidak tenang karena harga emas terus saja melambung tinggi. Ia menambahkan bahwa kenaikan harga emas ini berefek cukup buruk pada usahanya. "Selama emas naik pembelian jadi berkurang. Orang jadi pada nggak berani beli. Kalau dikira-kira jumlah pembelian semenjak emas naik terus jadi turun sampai 50 persen. Kita jadi rugi sekali, " ujarnya.

Namun berbeda dari biasanya, harga emas yang tinggi di pasaran rupanya tak lantas membuat para konsumen berbondong-bondong menjual perhiasannya. Hal ini diakui pula oleh Johan. "Pembelian turun drastis, tapi penjualan juga nggak meningkat kok. Masih segitu-gitu aja. Pokoknya transaksi jual beli emang lagi kurang, anjlok," katanya dengan nada lesu.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah seorang pedagang emas lainnya yang enggan disebutkan namanya. "Harga emas naik, jual beli lesu mbak. Apalagi pembelian, turun banget. Yang pada beli paling yang mau nikah, buat mas kawin."

Namun kedua pedagang itu tetap optimistis harga emas akan segera turun kembali karena diakui keduanya harga emas sangat fluktuatif, bisa cepat naik bisa pula turun dengan tiba-tiba.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau