Calderon: Mafia "Membeli" Pejabat

Kompas.com - 04/12/2009, 10:30 WIB

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Presiden Meksiko Felipe Calderon, Rabu (2/12), mengatakan, mafia berusaha menguasai wilayah dengan mengucurkan uang hasil perdagangan narkoba untuk pendanaan kampanye politik. Mafia telah ”membeli” para pejabat bahkan sebelum pemilu dimulai.

Calderon mengatakan, pembaruan diperlukan untuk membuat para pejabat setempat lebih mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pembaruan itu juga termasuk soal pengawasan yang lebih ketat atas uang yang digunakan dalam kampanye oleh para pejabat.

”Metode utama dan paling banyak digunakan oleh para penjahat adalah melakukan kontak dengan pejabat-pejabat sebelum mereka terpilih, termasuk dengan mendanai kampanye mereka,” kata Calderon.

”Begitu sebuah hubungan ekonomi antara penjahat dan kandidat tercipta, akan sangat sulit, bahkan praktis tidak mungkin memutusnya setelah mereka terpilih. Karena hanya akan membuat hubungan mereka menjadi sebuah hubungan yang permanen,” katanya.

Calderon mengatakan, suap semacam itu ditujukan terutama kepada pejabat-pejabat lokal. Kelompok-kelompok kejahatan dan penguasa bisnis obat bius kini ingin menguasai wilayah-wilayah tertentu untuk penjualan narkoba tingkat jalanan. Suap diberikan karena bisnis narkoba terkadang memerlukan bantuan pihak berwenang tingkat lokal untuk mengamankannya.

Pada Mei 2009, pihak berwenang federal telah menangkap 10 wali kota di Negara Bagian Michoacan, Meksiko barat, dalam operasi penyapuan terhadap politisi yang dituduh melindungi kartel-kartel, terutama kartel La Familia. Delapan wali kota masih berada di penjara untuk dakwaan kejahatan terorganisasi.

Uang ”kotor”

Berbicara dalam sebuah konferensi yang bertujuan untuk mencegah uang kotor memasuki politik, Calderon mengatakan bahwa walau peraturan pemilu saat ini memberi pengawasan yang baik atas rekening kampanye di bank, diperlukan lebih banyak peraturan mengenai pengeluaran oleh kandidat secara tunai.

Masalahnya, ada uang tunai dari hasil bisnis obat bius yang biasanya dipakai demi kepentingan politik atau kampanye.

Pada saat ini, sebagian besar pejabat terpilih di Meksiko tidak dapat mencalonkan diri lagi untuk jabatan periode berikutnya. Karena otoritas lokal hanya memegang satu masa jabatan yang bisa sesingkat dua atau tiga tahun, mereka kerap tidak punya alasan untuk mengkhawatirkan apa pendapat pemilih soal kinerja mereka.

Karena itu, para pejabat kini diberi kesempatan untuk mencalonkan diri periode berikutnya. Harapannya, dengan pencalonan kembali, para kandidat harus mempertanggungjawabkan perbuatan sebelumnya, termasuk dugaan soal penggunaan uang ”kotor”. (AP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau