JAKARTA, KOMPAS.com — Salah seorang inisiator hak angket atas kasus dana talangan kepada Bank Century senilai Rp 6,7 triliun, Misbakhun, mengakui calon pimpinan Panitia Angket Century dari Fraksi Golkar, Idrus Marham, sebagai sosok yang berpengalaman di DPR.
"Tapi, apakah beliau mengerti substansi kasus Bank Century? Masalah ini sangat technical, menyangkut perbankan, ekonomi, dan auditing," ujar politisi PKS itu kepada para wartawan, Jumat (4/12) di Gedung DPR.
Misbakhun adalah salah satu inisiator yang tidak dicalonkan duduk di Panitia Angket Century. Misbakhun meminta, jika Idrus belum memahami substansi Bank Century, politisi senior Partai Golkar tersebut sebaiknya harus membaca hasil audit investigasi BPK berulang-ulang.
"Dengan demikian, cara pandang dan fokusnya bisa jelas. Biar bagaimana pun juga, Panitia Angket Century ini merupakan pertaruhan kredibilitas Dewan. Jika Panitia Angket nyungsep, Dewan juga nyungsep," ujar Misbakhun.
Menanggapi kritikan-kritikan publik, Idrus tidak terlalu ambil pusing. Sebaliknya, Idrus berjanji akan bekerja semaksimal mungkin.
"Jika saya terpilih menjadi pimpinan Panitia Angket Century, saya buktikan bahwa angket ini berbeda dengan yang sebelumnya. Saya tipe orang yang menjadikan prestasi sebagai instrumen untuk membuktikan kapasitas. Saya terbiasa bekerja sesuai idealisme, bukan desakan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang