Wow, Mahasiswa UK Petra Ciptakan Parkir Otomatis!

Kompas.com - 04/12/2009, 14:40 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Bagaimana mendesain tempat parkir agar konsumen bisa memarkir kendaraan dengan cepat dan nyaman? Inilah pertanyaan yang mengusik para mahasiswa Teknik Elektro UK Petra hingga melahirkan dua karya yang mereka pamerkan di kampusnya, Kamis (3/12).

Karya yang dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Otomatisasi I FTI ini adalah Display Parkir Otomatis dan Rolling Parkir Auto. Yang pertama adalah karya Ami litari dan Marselin Jamlaay, karya satunya lagi adalah milik Anthony Pope Sudibyo, Eric Permana, dan Ferdian Santoso.

Display Parkir Otomatis menonjolkan sistem yang bisa menginformasikan kondisi kepadatan ruang parkir. Otomatisasi diterapkan mulai dari pintu masuk parkir.

Dengan Programmable Logic Control (PLC), semua sistem di lahan parkir bisa beroperasi tanpa petugas. Konsumen diuntungkan dengan informasi ada-tidaknya tempat yang kosong. Pola kerja konsep otomatis display ini memanfaatkan sensor yang ditempatkan di setiap area parkir mobil.

“Penempatan sensor menyesuaikan kondisi, bisa diletakkan di lantai, di atap, atau di samping dinding,” terang Ami.

Berdasarkan sistem kerja sensor ini bisa diperoleh out put berupa data kosong-tidaknya tempat parkir. Adanya mobil yang diparkir akan terdeteksi sensor, dan informasi itu akan ditampilkan dalam layar lebar yang diletakkan di depan pintu masuk tempat parkir.

Layar lebar yang menampilkan denah lahan parkir akan dengan mudah dilihat konsumen, sehingga konsumen yang akan parkir bisa langsung menuju ke tempat kosong.

"Di denah itu ada nomor-nomor tempat parkir, tempat parkir yang kosong akan ditandai dengan nyala lampu LED di layar. Lampu LED akan mati jika sensor di tempat parkir mendeteksi tempat itu sudah ditempati mobil," terang Marselin.

Tak hanya otomatis menginformasikan pilihan tempat parkir yang kosong, sistem ini juga otomatis menutup pintu masuk jika tempat parkir telah penuh.

Rolling Parkir Auto

Konsep bisa diterapkan di mal kelas atas yang berpola seperti komedi putar. Sebagai konsep dasar, parkir mekanis ini mampu menampung tiga mobil. Tempat parkir otomatis akan berputar ke atas tiap kali ada mobil masuk.

Sistem otomatisasinya bekerja mulai dari pintu masuk dan sistem kerja perputaran motor parkir rolling. Pintu masuk akan membuka dan menutup secara otomatis. Sementara itu, tempat parkir akan berputar secara otomatis tiap kali ada konsumen baru yang akan parkir. Jika ingin keluar lahan parkir, konsumen tinggal menekan tombol otomatis dan mobilnya siap dikeluarkan.

"Konsep ini terinspirasi sistem parkir yang telah ada di Jepang seperti di tayangan film 'Tokyo Drift'. Keunggulannya adalah parkir lebih aman dan mudah karena konsumen tinggal memasukkan mobil," terang Eric. Untuk tempat parkir seperti ini bisa dikembangkan untuk menampung enam mobil sekaligus. (REY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau