Di Gunung Everest, Kabinet Nepal Gelar Rapat

Kompas.com - 04/12/2009, 15:21 WIB

KATHMANDU, KOMPAS.com — Perubahan iklim harus menjadi momen yang tetap diingat oleh banyak khalayak. Makanya, demi momentum itulah, kabinet Nepal menggelar rapat di Gunung Everest.

Menariknya, rapat istimewa itu adalah rapat kabinet di tempat tertinggi di dunia. Sebelumnya, Oktober lalu, Maladewa menggelar rapat kabinet di bawah laut. Kedua acara itu merupakan salah satu kegiatan menyambut KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, sebagaimana ditulis BBC, Jumat (4/12).

Peneliti menyebutkan suhu udara meningkat dengan cepat di Himalaya dibandingkan dengan negara lain di Asia Selatan. Kondisi itu menyebabkan menipisnya salju dan mencairnya gunung es.

Sebelum pertemuan, beberapa tim membawa sejumlah peralatan medis, tabung oksigen, tentara, dan wartawan menuju Kalipatar. Wilayah ini berada di ketinggian 5.200 meter dekat kamp utama Everest.

Sahkan resolusi

Kemudian seluruh 21 menteri kabinet termasuk Perdana Menteri tiba di Kalipatar dengan helikopter. Selama setengah jam pertemuan, para menteri yang sebagian di antaranya mengenakan masker oksigen mengesahkan sebuah resolusi soal perubahan iklim. Kemudian mereka meninggalkan tempat itu dengan helikopter.

Menteri Lingkungan Hakur Prasad Sharma membantah kritikan bahwa pertemuan itu hanya untuk publikasi yang menelan biaya besar. "Kenyataannya bahwa gletser mencair karena pemanasan global. Ini menjadi isu penting dan kami ingin meminta perhatian terhadapnya," ujar Sharma.

Perjalanan ini dibiayai oleh kelompok organisasi swasta Nepal, sebagian besar dari mereka bergerak di sektor pariwisata.

Gunung Everest memiliki puncak tertinggi di dunia, dengan ketinggian puncaknya 8.850 meter di atas permukaan laut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau