NEWCASTLE, Kompas.com - Petinju Inggris, Amir Khan menganggap kemenangan atas petinju asal New York, Dmitriy Salita merupakan langkah awal yang baik untuk masuk ke Amerika.
Bagi Khan, kemenangan atas Salita akan membuat dirinya berkesempatan menjadi populer di Amerika, seperti yang sudah ia lakukan di Inggris dan Asia.
Khan akan menghadapi Salita dalam pertarungan mempertahankan gelar yang pertama di kelas welter ringan versi asosiasi tinju dunia (WBA). Ia akan menghadapi Salita yang merupakan petinju tidak terkalahkan di Metro Radio Arena di Newcastle. Namun ia sudah merencanakan pertarungan mempertahankan gelar di tempat-tempat yang lebih besar seperti Las Vegas atau kota lainnya di AS.
"Saya harus memenangi pertarungan ini dan kemudian memenuhi ambisi saya untuk bertarung di Amerika," kata Khan. "Saya berlatih di Amerika dan orang kerap bertanya, kapan saya akan bertarung di sana. Saya berharap tahun depan akan bertarung di sana."
"Sudah menjadi impian saya untuk bertarung di Amerika dan Las Vegas. Tahun depan saya akan berusia 23 tahun dan ini waktu yang tepat untuk pergi dan bertarung di sana. saya tidak ingin kehabisan waktu," ungkapnya.
"Salita berasal dari New York. Ia populer di Amerika dan ini merupakan kesempatan yang baik bagi saya untuk memperlihatkan kemampuan saya yang baik kepada para penggemar tinju AS."
Namun Salita, 27, mengaku telah mengetahui kelemahan Khan. Petinju kelahiran Ukraina ini mengaku akan mengulangi taktik petinju Kolombia, Breidis Prescott saat memukul KO Khan di ronde pertama pada September 2008. "Sudah rahasia umum bahwa dagunya tidak begitu kuat," katanya. " Secara medis seseorang tidak mungkin pulih secara penuh setelah mengalami kekalahan KO seperti yang dialami Amir setahun lalu."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang