Walhi: COP15 Bisa Jadi Wadah Makelar Utang Bernegosiasi

Kompas.com - 04/12/2009, 16:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) berpendapat, pertemuan Kopenhagen atau biasa disebut COP15 hanya akan menjadi wadah makelar utang bernegosiasi jika pemerintah hanya membawa proyek utang ke pertemuan internasional tersebut.

"Pertemuan Kopenhagen bagi kami hanya menjadi wadah atau media para makelar utang bernegosiasi. Karena itu seharusnya apa yang harus dibawa pemerintah dalam pertemuan Kopenhagen bukan proyek utang yang akan ditawarkan anex satu dan kreditor," kata Ketua Koalisi Anti Utang Walhi, Dani Setiawan, dalam jumpa pers di kantor Walhi Jakarta, Jumat (4/12).

Selanjutnya, menurut Dani, pemerintah seharusnya bersama-sama  mengkoordinasikan untuk mengajukan proposal mekanisme pembiayaan dana adaptasi dan mitigasi yang adil, bukan dengan utang. Sebab, utang hanya akan menambah beban negara dan mengurangi alokasi dana sosial.

"Yang harus dibawa adalah bersama mengkordinasikan untuk sama-sama mengajukan proposal mekanisme pembiayaan adaptasi mitigasi yang adil, bukan dengan utang. Mestinya itu menjadi satu paradigma. Pemerintah harus sensitif, adanya utang akan menyebabkan utang semakin besar dan alokasi dana sosial akan berkurang," katanya.

Untuk diketahui, sesuai dengan konvensi Kyoto, negara anex 1 yang merupakan negara maju dengan tingkat emisi tinggi memiliki kewajiban membiayai dana adaptasi dan mitigasi untuk negara berkembang seperti Indonesia dalam mengurangi emisi karbon.

Akan tetapi kenyataannya, dana yang telah dikeluarkan negara maju seperti Jepang yang telah mengeluarkan 400 dolar Amerika dan Perancis yang mengeluarkan 500 dolar Amerika hanyalah sebuah jebakan yang menjerat negara berkembang untuk berutang. "Jepang 400 dolar US, Perancis 500 dolar US, itu jebakan baru," ujar Dani Setiawan.

Pertemuan Kopenhagen akan digelar pada 7-19 Desember nanti sebagai pertemuan Internasional yang membahas komitmen negara maju dan negara berkembang dalam bekerjasama mengurangi emisi karbon dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau