JAKARTA, KOMPAS.com- Kasus Bank Century dikhawatirkan bakal mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Pasalnya, para investor asing membutuhkan kepastian hukum dan kondisi yang stabil untuk menanamkan modalnya.
"Kasus ini di dunia internasional sudah menjadi kasus Indonesia Century Gate. Ini akan mempengaruhi invetasi asing. Kepercayaan asing ke kita bisa rusak semua," kata pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, di gedung DPR, Jakarta, Jumat ( 4/12 ).
Padahal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut Indonesia membutuhkan kebutuhan dana investasi setidaknya Rp 2.000 triliun setiap tahunnya selama lima tahun untuk mencapai target rata-rata pertumbuhan ekonomi tujuh persen pada tahun 2014. Karena itu, menurut Noorsy, pemerintah perlu segera menyelesaikan kasus Bank yang dulunya milik Robert Tantular ini.
Dia menambahkan, aparat penegak hukum juga perlu segera mnindaklanjuti laporan audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan memanggil sejumlah nama yang disebut-sebut dalam laporan tersebut.
"Kalau ada orang yang mengatakan kesalahan kebijakan itu tidak bisa dihukum, itu tidak boleh. Masak pejabat bisa bebas melakukan apa saja, melakukan kesalahan kebijakan juga diperbolehkan. Seharusnya dihukum itu," kata Noorsy.
Kasus ini juga dikhawatirkan akan membawa sentimen negatif bagi dunia internasional. Akibatnya, Indonesia tidak lagi dipercaya ketika membutuhkan dana pinjaman. "Kita mencari pinjaman juga susah.Pemerintah itu perlu menunjukkan di dunia internasional agar jangan kalah dalam penegakan hukum. Ini pertarungan pemerintah Indonesia dengan dunia internasional," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang