Kasus Century Bakal Ganggu Iklim Investasi

Kompas.com - 04/12/2009, 17:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Kasus Bank Century dikhawatirkan bakal mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Pasalnya, para investor asing membutuhkan kepastian hukum dan kondisi yang stabil untuk menanamkan modalnya.

"Kasus ini di dunia internasional sudah menjadi kasus Indonesia Century Gate. Ini akan mempengaruhi invetasi asing. Kepercayaan asing ke kita bisa rusak semua," kata pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, di gedung DPR, Jakarta, Jumat ( 4/12 ).

Padahal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut Indonesia membutuhkan kebutuhan dana investasi setidaknya Rp 2.000 triliun setiap tahunnya selama lima tahun untuk mencapai target rata-rata pertumbuhan ekonomi tujuh persen pada tahun 2014. Karena itu, menurut Noorsy, pemerintah perlu segera menyelesaikan kasus Bank yang dulunya milik Robert Tantular ini.

Dia menambahkan, aparat penegak hukum juga perlu segera mnindaklanjuti laporan audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan memanggil sejumlah nama yang disebut-sebut dalam laporan tersebut.

"Kalau ada orang yang mengatakan kesalahan kebijakan itu tidak bisa dihukum, itu tidak boleh. Masak pejabat bisa bebas melakukan apa saja, melakukan kesalahan kebijakan juga diperbolehkan. Seharusnya dihukum itu," kata Noorsy.

Kasus ini juga dikhawatirkan akan membawa sentimen negatif bagi dunia internasional. Akibatnya, Indonesia tidak lagi dipercaya ketika membutuhkan dana pinjaman. "Kita mencari pinjaman juga susah.Pemerintah itu perlu menunjukkan di dunia internasional agar jangan kalah dalam penegakan hukum. Ini pertarungan pemerintah Indonesia dengan dunia internasional," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau