Pasar Motor Menyusut 11 Persen

Kompas.com - 04/12/2009, 22:50 WIB

SITUBONDO, KOMPAS.com — Pasar motor nasional pada November 2009 turun 11 persen menjadi 546.177 unit dari posisi bulan sebelumnya 613.979 unit. Situasi ini merupakan siklus tahunan yang memang biasa terjadi di pengujung tahun.

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com, pada bulan ke-11 tahun ini, penjualan wholesales Honda masih memimpin dengan angka 253.000 unit. Sementara itu di posisi kedua, Yamaha mengantongi 249.364 unit, diikuti Suzuki 39.367 unit, dan Kawasaki 4.446 unit.

Dari angka tersebut terlihat bahwa penurunan penjualan dialami semua merek motor anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Menanggapi hal ini, Bambang Asmarabudi selaku Ketua AISI bidang Promosi menjelaskan bahwa penurunan penjualan motor memang biasa terjadi di akhir tahun. Konsumen biasanya menahan pembelian hingga tahun baru sehingga produk yang dimiliki berusia lebih muda.

"Biasanya di bulan-bulan terakhir, perusahaan swasta sudah tutup buku, sementara pemerintahan juga tak banyak. Jadi, tak ada lagi pembelian yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Konsumen individu biasanya menunda pembelian," ujarnya di Situbondo, Jumat (4/12) malam.

Menurutnya, kegiatan promosi dan produk baru biasanya kering saat memasuki pengujung tahun. Para ATPM motor di Indonesia biasanya akan lebih berkonsentrasi untuk menyiapkan strategi dan promosi tahun depan.

"Itu juga salah satu alasan mengapa Yamaha meluncurkan New Jupiter Z di akhir tahun ini. Kami juga membuat serangkaian acara untuk membuktikan ketangguhan motor ini, salah satunya dengan touring (Jupiter Amazing Tour 2010). Paling tidak memberi awareness lebih, mendorong penjualan di Januari,” papar Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau