Penyanyi Kafe Disiram Air Keras

Kompas.com - 05/12/2009, 06:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi kafe, Nurbani (21), masih mendapat perawatan intensif akibat luka bakar, Jumat (4/12). Nurbani dirawat di RS Cipto Mangunkusumo setelah disiram air keras oleh mantan suaminya, AR alias Bode.

Penyiksaan terjadi Kamis kemarin. Ketika itu, Bode menelepon Nurbani dan meminta ditemui di warung di seberang rumah orangtua Nurbani di Jalan Otista, Gang Mangga, Bidara Cina, Jatinegara.

Suryani (39), ibu Nurbani, mengatakan, anaknya diminta menemui mantan suaminya karena Bode ingin mengembalikan uang Nurbani. Alih-alih mendapatkan uang, Nurbani justru disiram air keras. Wajah bagian kanan Suryani melepuh.

Korban disiram cairan yang sengaja disiapkan mantan suaminya. ”Cairan itu sepertinya sengaja dipersiapkan dan disimpan di botol plastik kecil. Baunya sangat menyengat,” ucap Suryani.

Suryani menunjukkan luka berwarna kehitaman di tangan kirinya akibat terkena air liur Nurbani, sesaat setelah kejadian.

Tetangga yang ingin mengejar Bode gagal menangkap karena pelaku segera kabur dengan sepeda motornya.

Sebelumnya, Bode sempat menggadaikan sepeda motor Nurbani kepada seseorang, yang sudah meminta agar sepeda motor itu segera ditebus Rp 3 juta. Setelah menyerahkan uang, Nurbani ternyata menerima sepeda motor yang berbeda, dengan alasan penggadai masih mencari keberadaan sepeda motor Nurbani. Uang yang sudah disetorkan ke penggadai dijanjikan akan dikembalikan Bode pada hari kejadian.

Keduanya bercerai awal tahun ini. Suryani mengatakan anaknya juga pernah dicekik Bode pertengahan tahun ini. ”Kemungkinan Bode ingin rujuk, tetapi anak saya menolak,” ucap Suryani.

Hingga kemarin, tim medis masih merawat Nurbani di ruang rawat khusus luka bakar. Pihak keluarga juga belum diperkenankan menjenguk Nurbani. Hanya beberapa kali perawat meminta keluarga menebus obat.

Kepala Polsek Metro Jatinegara Komisaris Sriyono membenarkan adanya penyiraman air keras itu. ”Kasusnya ditangani oleh Polres Metro Jakarta Timur,” ucap dia. (ART)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau