Gagal Ungkap Skandal, Golkar Bisa Terpuruk

Kompas.com - 05/12/2009, 16:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tokoh senior Partai Golkar, Pinantun Hutasoit, mengingatkan kepada kadernya yang masuk dalam Panitia Angket Century di DPR agar bertindak hati-hati. Sebab, kegagalan dalam mengungkap dugaan skandal pada kasus bank tersebut bisa mempercepat terpuruknya Partai Golkar.

"Saya khawatir pelaksanaan hak angket itu gagal dan masyarakat tak terpuaskan terhadap tuntutan tersebut. Itu bisa saja terjadi jika birokrasi akan melakukan proteksi secara tertutup atau terbuka, atas kasus yang diduga melibatkan beberapa tokoh tersebut," kata Hutasoit menanggapi terpilihnya Idrus Marham sebagai Ketua Panitia Angket Kasus Bank Century.

Hak angket diusung para anggota DPR untuk mengungkap kasus Bank Century yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 6,7 triliun. Hutasoit mengatakan, terpilihnya Idrus Marham, mantan anggota Dewan Penasihat Partai Golkar ini, akan membuatnya menjadi sasaran tembak jika pelaksanaan hak angket tak memenuhi harapan publik.
    
"Padahal dia adalah sekjen partai, ini berimplikasi. Partai Golkar yang berasal dari Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar bisa menjadi bulan-bulanan kemarahan rakyat dan itu bisa mempercepat kejatuhan Golkar," katanya.

Mantan Ketua DPP Golkar ini meyakini, banyak kawan-kawan kader Partai Golkar yang merasa terpanggil untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan Golkar. "Saya percaya, banyak kawan seperjuangan yang ingin menyelamatkan partai dari kemungkinan kejatuhan," katanya.

Dia mengingatkan agar Partai Golkar tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan pragmatis karena, jika dilakukan, maka hal itu bisa sangat mengganggu perkembangan, pembinaan, dan kelanjutan partai. "Jika itu terjadi, ada pertanyaan besar, apakah para pemimpin partai bisa membangkitkan Partai Golkar dari keberadaan politik seperti ini," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau