JAKARTA, KOMPAS.com — Tokoh senior Partai Golkar, Pinantun Hutasoit, mengingatkan kepada kadernya yang masuk dalam Panitia Angket Century di DPR agar bertindak hati-hati. Sebab, kegagalan dalam mengungkap dugaan skandal pada kasus bank tersebut bisa mempercepat terpuruknya Partai Golkar.
"Saya khawatir pelaksanaan hak angket itu gagal dan masyarakat tak terpuaskan terhadap tuntutan tersebut. Itu bisa saja terjadi jika birokrasi akan melakukan proteksi secara tertutup atau terbuka, atas kasus yang diduga melibatkan beberapa tokoh tersebut," kata Hutasoit menanggapi terpilihnya Idrus Marham sebagai Ketua Panitia Angket Kasus Bank Century.
Hak angket diusung para anggota DPR untuk mengungkap kasus Bank Century yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 6,7 triliun. Hutasoit mengatakan, terpilihnya Idrus Marham, mantan anggota Dewan Penasihat Partai Golkar ini, akan membuatnya menjadi sasaran tembak jika pelaksanaan hak angket tak memenuhi harapan publik.
"Padahal dia adalah sekjen partai, ini berimplikasi. Partai Golkar yang berasal dari Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar bisa menjadi bulan-bulanan kemarahan rakyat dan itu bisa mempercepat kejatuhan Golkar," katanya.
Mantan Ketua DPP Golkar ini meyakini, banyak kawan-kawan kader Partai Golkar yang merasa terpanggil untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan Golkar. "Saya percaya, banyak kawan seperjuangan yang ingin menyelamatkan partai dari kemungkinan kejatuhan," katanya.
Dia mengingatkan agar Partai Golkar tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan pragmatis karena, jika dilakukan, maka hal itu bisa sangat mengganggu perkembangan, pembinaan, dan kelanjutan partai. "Jika itu terjadi, ada pertanyaan besar, apakah para pemimpin partai bisa membangkitkan Partai Golkar dari keberadaan politik seperti ini," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang