Lily: Wajar, Banyak Pihak Kecewa pada Idrus

Kompas.com - 05/12/2009, 16:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu penggagas hak angket DPR RI untuk kasus Bank Century, Lily Chadijah Wahid dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB menyatakan bahwa wajar jika banyak pihak kecewa dengan terpilihnya Idrus Marham sebagai ketua panitia angket.

"Idrus memang banyak yang menolak. Itu pertimbangan teman-teman," kata Lily di sela-sela Rapat Konsultasi Nasional Dewan Syuro PKB di Jakarta, Sabtu (5/12).

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR, Idrus Marham, yang juga Sekjen DPP Partai Golkar terpilih menjadi Ketua Panitia Angket kasus Bank Century DPR RI dalam pemilihan melalui pemungutan suara (voting) pada Jumat (4/12) malam.

Menurut Lily, memang banyak pihak yang berharap agar pimpinan panitia angket dijabat Gayus Lumbuun dari Fraksi PDI-P, mengingat partai itu dari awal mendorong DPR menggunakan hak angket untuk mengusut kasus Bank Century.

"Tapi, ya sudahlah.... Namanya politik, ya... seperti ini, tak bisa dihindari," kata Lily, yang bersama sejumlah penggagas hak angket justru tidak masuk dalam panitia angket.

Meski gagal masuk panitia angket, para penggagas hak angket menurutnya berkomitmen untuk terus mengawal proses pengusutan kasus Century. Pada bagian lain, Wakil Ketua Umum Dewan Syuro PKB ini berharap agar kasus Century tidak hanya dibawa ke ranah politik, tetapi juga ke ranah hukum.
    
"Ingat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), lembaga audit negara, bilang ada pelanggaran hukum. Itu harus ditelusuri," kata adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau