JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn) Hendropriyono meyakini kebenaran informasi yang diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal akan ada aksi gerakan sosial pada 9 Desember 2009.
"Kalau intelijen menyampaikan itu, maka berarti itu infomasi yang benar. Saya melihat bahwa teorinya demikian. Kecuali kalau informasi itu belum berupa intelijen, tentu belum benar," ujarnya seusai peluncuran buku Indonesia Bertawaf: Teroris Malaysia Dalam Kupasan di Essence Residence, Jakarta, Sabtu (5/12).
Meski demikian, dia tidak dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. Pasalnya, dia tidak lagi memperoleh informasi seputar dunia intelijen setelah melepas jabatannya sebagai Kepala BIN.
"Tetapi secara aktual saya sudah enggak punya infrastruktur untuk mengecek benar atau tidak," cetusnya.
Dia menilai pernyataan Presiden soal aksi ini adalah wajar. Sebab, menurutnya, BIN hanya menyerahkan informasi yang diperoleh kepada klien, yaitu Presiden. Kemudian untuk penggunaannya, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada Presiden.
"Saya kira pengunaannya terserah user, dan infomasi yang benar dari intelijen hanya untuk user sendiri. Sebetulnya itu untuk beliau sendiri. Apa yang disampaikan oleh Presiden, tentu itu apresiasinya dia," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang