Lima Tahun Lagi PLN Siapkan 38.000 Megawatt

Kompas.com - 05/12/2009, 21:12 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) siap menambah kapasitas terpasang listriknya sampai 38.000 Megawatt (Mw) pada 2014 menyusul upayanya memperluas jaringan listrik hingga ke pelosok daerah.
   
"Saat ini, kapasitas terpasang listrik secara nasional mencapai 30.000 Mw atau diyakini bisa memenuhi permintaan pasar listrik di seluruh Indonesia," kata Direktur Utama PT PLN (Persero), Fachmi Mochtar, di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Sabtu (5/12).
   
Ia memprediksi, ketersediaan kapasitas terpasang listrik perusahaannya pada tahun 2014 itu dapat menjamin tidak adanya pemadaman listrik secara bergilir. "Kami optimistis, saat itu tidak ada pemadaman listrik di daerah manapun," ujarnya.
   
Hal tersebut, jelas dia, sesuai targetnya selama tahun 2010 yakni jaringan listrik di luar Jawa Bali dan wilayah Jawa Bali akan  tersalurkan tanpa kendala apa pun atau nihil pemadaman. "Kondisi tersebut senada dengan realisasi pemadaman saat ini yang mulai menurun. Di luar Jawa Bali, saat ini hanya 12 lokasi yang masih padam sedangkan, selama 2007 ada sekitar 31 titik padam," katanya.
   
Untuk menunjang upayanya tersebut, ia mengaku, perseronya membutuhkan dana Rp 822 triliun. Rinciannya biaya untuk pembangkit butuh Rp 310 triliun, transmisi Rp 136 triliun, distribusi Rp 97 triliun, dan lainnya. Namun, perusahaannya tidak memiliki cukup dana dalam merealisasikannya.
   
"Untuk mempercepat proyek itu, kami membuka kesempatan bagi para investor agar menanamkan modalnya semisal membiayai transmisi dan berencana meminjam uang dari pihak lain," katanya.
   
Terkait pemadaman listrik selama ini, ia menyebutkan, indikatornya proyek 10 ribu Mw di Jawa Bali pada tahap I tidak terselesaikan sesuai target. Sebelumnya, ia berharap pembangunan proyek itu bisa dimulai pada tahun 2006.
   
"Akan tetapi, proyek itu baru dibangun pada tahun 2008. Jika proyek itu sudah dibangun 2006, setidaknya tahun ini 2009 masyarakat tidak perlu mengalami pemadaman listrik bergilir karena terjadi krisis listrik," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau