MALANG, KOMPAS.com - Kesebelasan Arema Malang menang tipis 1-0 atas tamunya Persiwa Wamena dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2009-10, Minggu (6/12) di Stadion Kanjuruhan Malang. Dengan kemenangan tersebut, maka hingga kini kesebelasan berjuluk Singo Edan tersebut masih mempertahankan rekor belum terkalahkan dalam tujuh kali pertandingan.
Sejak wasit Yandri dari Jakarta meniup peluit dimulainya pertandingan, tuan rumah tampak langsung menyerang. Di menit ke-7, gol gelandang Arema, Rony Firmansyah, dianulir wasit karena terganjal offside.
Semenit kemudian, pemain belakang Persiwa, Johanes Kabagaimu melakukan handsball di daerah permainannya sendiri. Akibatnya wasit menghadiahkan penalti kepada Arema. Hukuman penalti dieksekusi oleh striker Arema Noh Alamsyah di menit ke-9. Tendangan keras Alamsyah mampu mengecoh kiper Persiwa, Andre Syarifudin, sehingga si kulit bulat dengan bebas menjebol gawang Persiwa. Gol 1-0 untuk Arema.
Kebobolan terlebih dahulu, para pemain Persiwa berusaha keras mengejar ketertinggalannya. Permainan semakin panas dan cepat. Beberapa kali terjadi kontak fisik antarpemain. Dua pemain Arema, Zulkifli dan Hendrawan, harus ditandu keluar karena kesakitan.
Kehilangan dua pemain belakangnya, permainan Arema terlihat mulai goyah. Alur bola dari lini tengah ke lini depan terlihat mulai sering kali gagal. Babak pertama ini berakhir dengan kedudukan 1-0 untuk Singo Edan.
Usai turun minum, permainan Arema tidak juga pulih. Arema yang kala itu tidak didampingi sang pelatih Robert Rene Albert (ia menemani anaknya yang sakit di rumah sakit), justru balik tertekan. Merasa mendapat angin, Persiwa mulai bertaring. Hampir di keseluruhan babak ini, kesebelasan berjuluk "Badai Pegunungan" ini merepotkan pertahanan Arema.
Sejumlah peluang Persiwa sebenarnya sempat mengancam gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga. Hanya saja tidak satu pun yang berbuah gol. Hingga pertandingan usai, kedudukan tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.
"Pada laga ini kami memang tidak mendapat poin. Akan tetapi, penampilan para pemain Persiwa dalam beberapa laga tandang ini menunjukkan bahwa kami bukan jago kandang. Kami bisa menampilkan permainan bagus. Semoga ini bisa menepis image bahwa kami hanya jago kandang," ujar Pelatih Persiwa, Zaenal Abidin. (DIA)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang