JAKARTA,KOMPAS.com — Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta mengatakan, hingga saat ini TNI belum melihat adanya indikasi yang mengarah pada kekacauan nasional jelang peringatan Hari Antikorupsi pada Rabu (9/12).
"Di masyarakat saya belum melihat ada tanda-tanda ke arah situ. Di permukaannya tidak ada. Mudah-mudahan tidak ada. Mudah-mudahan kondusif," kata KSAD di sela-sela acara Apel Danrem-Dandim Terpusat di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin.
Dalam kesempatan tersebut, KSAD juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu ataupun ajakan yang ingin mengacaukan situasi nasional. "Kita harus cerdas, jangan sampai mau dipermainkan. Seolah-olah kita memainkan peran, padahal kita yang diperankan. Seolah-olah kita jadi sutradara, padahal kita jadi pelaku. Himbauan saya, masyarakat jangan terpancing, pers tetap tenang," ujarnya.
Lebih lanjut, KSAD mengatakan, jika memang nantinya terjadi tindakan atau aksi yang membahayakan stabilitas nasional, TNI akan bertindak sesuai dengan hukum. "Kalaupun mau dilanjutkan, ya silakan. Kita kan punya hukum, dan kita sudah sepakat hukum sebagai panglima tertinggi," tandasnya.
Seperti yang diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan kekhawatirannya akan terjadi aksi yang dapat menimbulkan kekacauan pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang akan dilakukan pada 9 Desember. Sikap ini sempat menuai kritik dan bantahan dari sejumlah aktivis penggiat antikorupsi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang