Dionysius Diharapkan Menjuarai India Open

Kompas.com - 07/12/2009, 18:53 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Pebulu tangkis tunggal putra PB Djarum Kudus, Dyonisius Hayom Rumbaka, diharapkan bisa menjadi juara pada turnamen bulu tangkis Grand Prix India Open yang dijadwalkan berlangsung pertengahan Desember mendatang.

Ketua PB Djarum Kudus, FX Supandji, cukup optimistis Hayom bisa mewujudkan target itu. Pasalnya, prestasi yang dicatat Hayom selama ini cukup bagus, dan dia juga diunggulkan di tempat kelima pada turnamen ini.

"Saya harapkan Hayom bisa menjadi juara di India Open karena saya melihat prestasinya akhir-akhir ini terus menunjukkan peningkatan," katanya, Senin (7/12).

Pada turnamen bulu tangkis Hongkong Open beberapa waktu lalu, Hayom berhasil melangkah ke babak perempat final. Sayang, langkahnya dihentikan pebulu tangkis China, Bao Chun Lai dengan 15-21 dan 15-21.

Sebelumnya, Hayom menyingkirkan pebulu tangkis Taiwan, Hsieh Yu Hsin, dengan dua set langsung, 21-13 dan 21-9. Pebulu tangkis Taiwan ini akhirnya mengalahkan Taufik Hidayat pada babak penyisihan grup Super Series Masters Finals (Final Super Series) 2009 yang berlangsung di Johor Malaysia akhir pekan lalu.

Bahkan pada babak pertama, Hayom yang harus berjuang dari babak kualifikasi ini berhasil membuat kejutan dengan menyingkirkan pebulu tangkis tangguh asal Thailand, Boonsak Ponsana, dengan dua set langsung, 22-20 dan 21-19.

Di samping itu, kata dia, pada turnamen bulu tangkis India Open ini tidak diikuti pebulu tangkis top dunia seperti Peter Gade (Denmark), Lee Chong Wei (Malaysia), Bao Chunlai (China).

Menyinggung soal peluang Andre Kurniawan yang diunggulkan di tempat ketiga pada India Open ini, dia mengatakan, semua tergantung pada Andre. Karena, beberapa kali penampilannya kurang bisa mencapai prestasi yang maksimal.

"Siapa tahu pada turnamen di penghujung tahun ini dia bisa mencapai prestasi terbaiknya. Saya lihat dia latihan sangat keras di GOR Jati (milik PB Djarum Kudus)," katanya.

Tentang peluang Maria Febe Kusumastuti yang diunggulkan di tempat kedua, dia mengatakan tunggal putri itu bisa diandalkan. Tetapi, Maria bakal mendapat tantangan berat dari juara Indonesia Open 2009, Saina Nehwal dari India, yang diunggulkan di tempat pertama.

"Saya kira peluang Maria Febe dan Fransiska Ratnasari (unggulan kelima) cukup berat untuk bisa menjadi juara karena akan bertemu pebulu tangkis tuan rumah yang menjadi juara Indonesia Open. Tetapi yang terpenting adalah mereka mau bekerja keras, saya kira kemungkinannya tetap ada," katanya.

Pada turnamen bulu tangkis India Open ini, PB Djarum Kudus mengirimkan empat atletnya, yaitu Dyonisius Hayom Rumbaka dan Andre Kurniawan (tunggal putra), serta Maria Febe Kusumastuti dan Fransiska Ratnasari (tunggal putri).

"Mereka berangkat dengan biaya dari PB Djarum Kudus tetapi kalau mereka menjadi juara dan mendapat hadiah maka hadiah itu untuk atlet yang bersangkutan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau