Parfum Termahal di Dunia

Kompas.com - 08/12/2009, 08:45 WIB

KOMPAS.com - Clive Christian, mantan desainer yang sejak 2007 beralih menjadi ahli parfum, mencatatkan namanya di dalam Guinness Book World of Record. Usahanya untuk mencantumkan namanya dalam buku tersebut adalah dengan mencipta ulang Imperial Majesty, wewangian termahal yang diciptakan pada abad ke-19.

Konon, parfum itu menjadi begitu mahal karena Ratu Victoria mengijinkan gambar mahkotanya terpampang pada botol parfum tersebut pada tahun 1872. Saat ini dilaporkan oleh Yahoo!, hanya ada lima botol edisi terbatas yang dilepas ke pasaran. Setiap botol tersebut terbuat dari botol kristal Baccarat yang bertatahkan sebuah berlian, dan dihias dengan plat emas 24 karat.

Sudah terbayang, botol kemasannya saja sudah cukup memakan biaya, apalagi ditambah cairan parfumnya. Parfumnya mengandung sedikit aroma signature Christian, yang bernama No. 1 (harganya sekitar Rp 22.442.500 per 30 ml). Selain itu, parfum ini memiliki kandungan minyak murni dari mawar, melati, ylang-ylang, dan sandalwood India. Parfum ini diperlihatkan pada acara promosi film The Young Victoria di Inggris yang akan dirilis pada 18 Desember mendatang. Hal ini terjadi berkat peran Fergie, Duchess of York, menjadi produser film ini bersama Martin Scorsese. Namun, harga asli parfum ini belum dilaporkan. Tertarik?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau