SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan, Selasa (8/12), memutuskan akan mengirim 350 tentaranya yang didukung beberapa helikopter, dan 140 petugas rekonstruksi ke Afganistan guna membantu pembangunan kembali negara yang porak poranda akibat perang itu, kata kementerian pertahanan.
Pengumuman tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan, dia sedang mengirim 30.000 tentara tambahan untuk membantu perang menghadapi kelompok Taliban di Afghanistan, dan mengimbau negara-negara sekutu ikut membantunya.
Kontingen Korea Selatan akan ditempatkan di provinsi Parwan, tak jauh di utara Kabul selama 30 bulan dari 1 Juli tahun depan, kata kementerian pertahanan dalam pernyataannya.
Tim rekonstruksi provinsi tersebut terdiri atas 100 petugas sipil dan 40 polisi, yang akan dikawal oleh 350 tentara yang didukung oleh beberapa helikopter, kendaraan-kendaraan lapis baja dan satu pesawat tak berawak, katanya.
Para penjabat mengatakan, prajurit Korea Selatan tidak ditugaskan untuk bertempur kecuali untuk melindungi tim bantuan.
Sidang kabinet Selasa menyetujui pengiriman tentara tambahan itu dan kementerian pertahanan berencana akan menyampaikan rencana itu kepada parlemen pekan ini, untuk mendapatkan persetujuan.
Oposisi terbesar, Partai Demokrat, mengatakan pihaknya menentang pengiriman tentara tersebut. Namun, Partai Besar Nasional yang berkuasa memiliki kursi mayoritas di parlemen.
Korea Selatan, sekutu dekat AS, saat ini telah menempatkan 25 staf medis dan pakar pelatihan di pangkalan Amerika di Bagram dan Parwan.
Seoul mengirimkan 210 prajurit teknisi dan medis ke Afganistan pada 2002, namun kemudian ditarik pada Desember 2007.
Gerilyawan Taliban menangkap dan menyandera 23 relawan gereja Korea Selatan pada musim panas 2007, dan membunuh dua orang di antara mereka. Taliban meminta pasukan militer Korea Selatan ditarik dari bumi Afganistan, suatu langkah yang menurut Seoul telah direncanakan.
Korea Selatan juga mengirim tentara non-tempur ke Irak, namun mereka ditarik kembali pada Desember lalu, setelah bertugas empat tahun.
Peran utama dari militernya yang berkekuatan 655.000 prajurit adalah untuk menghadapi Korea Utara, namun juga ikut ambil bagian dalam misi-misi pemelihara perdamaian PBB.