JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga kini, Polda Metro Jaya belum mengetahui secara pasti jumlah massa yang akan menggelar aksi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, 9 Desember.
Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Boy Rafli Amar, terdapat 10 elemen masyarakat yang telah mendaftar kepada pihaknya untuk menggelar aksi besok. "Jumlah masa belum dipastikan. Elemennya ada 10, tapi belum meresmikan berapa rombongan masing-masing," ujar Boy Rafli saat jumpa pers di Kantor Humas Polda Metro Jaya Jakarta, Selasa (8/12).
Kesepuluh elemen masyarakat yang akan melakukan aksi besok antara lain Aliansi Rakyat untuk SBY, Aliansi Petani Nelayan Peduli Bangsa, Lumbung Informasi Rakyat, Serikat Pekerja Kereta Api, Aliansi Mahasiswa dan LSM Bima Jakarta, Federasi Serikat Metal Indonesia, Federasi Serikat Metal, Gerakan Indonesia Bersih (Marwan Batubara, Adi Masardi, Ali Muchtar Ngabalin, Kompak, HMI, Gapura, Muhammadiyah DKI, Forum 77-78, Generasi Cinta Negeri, Rumah Demokrasi), serta Gerakan Revolusi Putih.
Dilihat dari banyaknya elemen, hingga saat ini Polda Metro Jaya menyatakan belum ada indikasi akan terjadi kerusuhan seperti membawa senjata api atau bom molotov. Pihak kepolisian pun tidak membawa senjata api dalam mengamankan aksi antikorupsi besok. Pasukan kepolisian yang akan bertugas mengamankan aksi terdiri atas satuan Samapta, Dalmas, dan untuk berjaga-jaga akan dikerahkan pula pasukan Brimob.
Seperti yang diberitakan, bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember akan digelar aksi besar-besaran menolak korupsi yang rencananya akan diadakan serempak di 33 provinsi dan sekitar 400-an kota/kabupaten.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang