PSSI Pusing Siapkan Tim untuk SEA Games 2011

Kompas.com - 08/12/2009, 21:38 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Hasil yang kurang memuaskan di ajang SEA Games XXV Laos membuat induk ogranisasi sepak bola Tanah Air, PSSI, harus memutar otak agar bisa menciptakan sebuah tim yang perkasa di ajang SEA Games XXVI mendatang di Indonesia. Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan, pihaknya dibuat pusing oleh prestasi sepak bola Indonesia di arena SEA Games Laos ini.

Pasalnya, kekalahan 0-2 dari tuan rumah Laos diakuinya merupakan sejarah buruk baru bagi perkembangan sepak bola di Tanah Air. Hasil ini pula yang membuat posisi timnas sangat kritis, karena terancam tersingkir di babak penyisihan Grup B.

"Kekalahan dari Laos merupakan sebuah tamparan yang menyakitkan bagi kita semua pecinta sepak bola di Tanah Air," ungkapnya ditemui di Sekretariat PSSI, Selasa (8/12/09).

Menurutnya, tidak ada sejarahnya Laos bisa mengalahkan kesebelasan Indonesia baik itu tingkat kelompok umur, yunior maupun senior. Tetapi di ajang SEA Games ini, Laos menciptakan sejarah sepak bola dengan mengalahkan Indonesia, tambahnya.

Melihat hasil tersebut, Nugraha pesimistis kesebelasan Indonesia bisa melenggang ke babak semifinal di Laos tersebut. Menurutnya susah mengalahkan Myanmar, sementara itu Singapura dan Laos pun akan bermain aman untuk tidak ngotot.

"Jika Singapura dan Laos bermain aman artinya bermain imbang, pupus sudah peluang Indonesia. Inilah yang akan menjadi pekerjaan rumah kita yang sangat berat, karena harus menyiapkan sebuah tim untuk di SEA Games mendatang di mana Indonesia menjadi tuan rumah," paparnya.

Pada SEA Games 2011, Indonesia akan menjadi tuan rumah. Jika prestasi sepak bola seperti saat di SEA Games Laos ini, maka hancur sudah kepercayaan masyarakat terhadap pengurus PSSI. Menurut Nugraha hal ini tidak perlu terjadi jika PSSI melakukan persiapan dengan matang.

"Tidak cukup empat bula menyiapkan sebuah tim untuk tampil di SEA Games, minimal satu tahun untuk menyiapkan sebuah tim di SEA Games Indonesia nanti," jelasnya.

Menurut Nugraha, inilah yang akan membuat PSSI pusing untuk menyiapkan sebuah tim yang bisa menjadi tim finalis pada SEA Games 2011. Karena itu, PSSI akan berjuang semaksimal mungkin untuk menciptakan sebuah tim dengan prestasi yang membanggakan di ajang SEA Games, apalagi saat itu era kepengurusan yang sekarang akan berakhir.

"Tentunya kami ingin meninggalkan kesan dengan mempersembahkan sebuah prestasi," urainya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau