Penelitian nielsen

Keyakinan Konsumen Meningkat

Kompas.com - 09/12/2009, 03:46 WIB

Jakarta, Kompas - Hingga kuartal ketiga tahun 2009, keyakinan konsumen melompat dari 77 (bulan April 2009) menjadi 86.

Perhatian terbesar bagi sebagian besar konsumen masih berkisar pada kondisi ekonomi, keamanan kerja, serta keseimbangan antara kerja dan kehidupan.

Meskipun konsumen Indonesia menempatkan sebagian besar sisa uang mereka untuk tabungan, membelanjakannya untuk produk teknologi terbaru dan untuk liburan semakin meningkat akhir-akhir ini.

Tren pergeseran ini memengaruhi cara konsumen Indonesia dalam menganggarkan biaya. Hal itu diungkapkan Direktur The Nielsen Company GR Yongky Susilo dalam ”Presentasi Pemasaran dan Media” yang dihadiri sebagian besar lembaga penelitian dan wartawan di Jakarta, Selasa (8/12).

Yongky Susilo mengatakan, perdagangan modern masih semakin kuat pada tahun 2009 walaupun kecepatan pertumbuhannya lebih rendah.

Dalam lima tahun, kontribusinya naik dari 30 persen menjadi 37 persen. Lebih dari 900 gerai perdagangan modern baru dibuka tahun 2009.

Dari hasil penelitian, tren pertumbuhan nilai perdagangan mencapai 6 persen, sedangkan pertumbuhan kuantitasnya justru minus 4 persen.

Artinya, menurut Yongky, krisis keuangan global 2008 telah membuat masyarakat takut membelanjakan uangnya. Modernisasi pasar ritel terganggu karena proses konstruksi dan perizinan semakin susah.

Akan tetapi, kata Yongky, berdasarkan tren peningkatan keyakinan konsumen, lima tahun ke depan ekspansi untuk meningkatkan nafsu belanja diperkirakan terjadi.

Direktur Associate Nielsen Ika Jatmikasari melihat, tren belanja iklan sampai Oktober 2009 mencapai Rp 40 triliun. Belanja iklan di televisi lebih mendominasi. Trennya, setiap tahun belanja iklan bisa naik 13 persen.

Tahun 2008, belanja iklan mencapai Rp 41 triliun. ”Sejak tahun 2005, iklan di media cetak cenderung terus menurun. Namun, bukan berarti media cetak sudah tidak diminati lagi,” ujar Ika Jatmikasari. (OSA)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau