WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat merespons pernyataan Uni Eropa yang menginginkan Jerusalem menjadi ibu kota dua negara di masa depan. Amerika berpandangan pihak-pihak harus memutuskan usulan itu dalam sebuah perundingan.
Israel dan Palestina sebelumnya menyambut baik pernyataan Uni Eropa bahwa Jerusalem harus menjadi ibukota kedua negara Yahudi dan masa depan negara Palestina.
"Kami menyadari pernyataan dari Uni Eropa, namun posisi kami di Jerusalem sudah jelas dan kami percaya bahwa sebagai isu, status akhir ini bisa dinegosiasikan secara formal di antara para pihak secara langsung," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley.
Mengadopsi teks pendek dari rancangan sebelumnya yang diusulkan presiden Uni Eropa, Israel marah karena Swedia terang-terangan menyatakan bahwa Jerusalem timur yang mereka duduki harus menjadi ibukota Palestina.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang