TMC: Terdapat 14 Titik Lokasi Unjuk Rasa di DKI

Kompas.com - 09/12/2009, 09:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Traffic Management Center (TMC) Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya menyiapkan skenario pengalihan ruas jalan apabila terjadi kemacetan total saat peringatan Hari Antikorupsi di wilayah Jakarta.

"Ada antisipasi penanganan kemacetan jika terjadi situasi yang stagnan," kata Koordinator TMC Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya, Komisaris Indra Jafar di Jakarta, Selasa (8/12).

Indra mengatakan, pengalihan ruas jalan tersebut berlaku di lokasi yang menjadi tempat unjuk rasa peringatan Hari Antikorupsi. Berdasarkan informasi dari TMC, Rabu (9/12), berikut ini titik-titik yang akan menjadi tempat unjuk rasa:

1. Bundaran Hotel Indonesia (HI)
2. Gedung Bank Indonesia, Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat
3. Istana Presiden atau sekitar Monumen Nasional (Monas)
4. Gedung MPR/DPR
5. Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan
6. Kantor BPN2 TKI Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan
7. Kantor PT Kencana Lima, Gedung Menara Hijau, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan
8. Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan
9. Depan Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat
10. Kantor PT Coca-cola, Wisma Pondok Indah II, Jakarta Selatan
11. Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat
12. Kantor Mahkaman Agung, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat
13. Kantor Pusat PT Suzuki Indomobil, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur
14. Kantor Departemen Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta Pusat

Kendaraan yang menuju Bundaran HI dari arah selatan bisa dialihkan ke Bundaran Semanggi belok kanan atas dan belok kiri menuju Bendungan Hilir atau dialihkan ke Dukuh Atas belok kiri ke Blora atau Tanah Abang.

Di Bundaran HI menuju Istana Merdeka atau Monas bisa dialihkan belok kiri menuju Jalan Kebon Kacang tembus Tanah Abang atau belok kanan ke arah Jalan Diponegoro tembus Menteng atau wilayah Jakarta Timur.

Sedangkan skenario pengalihan ruas dari arah Jakarta Utara terurai di Pos Polis Harmoni belok kiri menuju Jalan Djuanda atau belok kanan arah Tanah tembus Slipi Jakarta Barat.

Indra menuturkan, pihaknya tetap akan memprioritaskan untuk membuka ruas jalan saat terjadi aksi peringatan Hari Antikorupsi, namun antisipasi pengalihan ruas jalan dilakukan apabila arus lalulintas kendaraan tidak bergerak sama sekali.

Selain menyiapkan skenario pengalihan arus, TMC juga akan memberlakukan sistem lalulintas dengan cara buka-tutup apabila situasi jalan masih bisa dilewati kendaraan dan hanya mengurangi jalur saja.

Polda Metro Jaya menerima laporan sedikitnya dari 10 elemen masyarakat yang akan menyampaikan pendapatnya di depan umum terkait dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia. Polda Metro Jaya beserta jajarannya dari mulai Polres hingga Polsek menurun sekitar 13.000 personil untuk mengamankan jalannya aksi elemen masyarakat tersebut.

Konvoi
Sementara itu konvoi kendaraan bermotor juga diperkirakan akan berlangsung mulai dari Kampus Universitas Bung Karno (UBK)-Salemba-Senen-MH Thamrin--Kuningan (kantor KPK)-Gatot Subroto-Pancoran-Manggarai-Kampus UBK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau