SLAWI, KOMPAS.com - Stasiun Slawi, Jawa Tengah, dirusak delapan pemuda mabuk asal Desa Slawi, Kecamatan Slawi Kulon, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dengan memecah sejumlah kaca bangunan stasiun, Rabu (9/12) dini hari.
"Sejumlah pemuda merusak kaca depan, kaca pintu masuk dan kaca samping stasiun. Setelah mereka saya tegur saat minum alkohol di ruang tunggu," kata Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Slawi, Singgih Nurrochman di Slawi, Rabu.
Mereka tidak terima karena teguran Singgih sehingga tersinggung dan mengeroyok lelaki itu dengan memukul wajah dan punggung berkali-kali. "Saya cepat melarikan diri ke dalam stasiun untuk menelepon Polres Tegal dan berniat membangunkan rekan saya yang terlelap tidur. Namun tiba-tiba para pemuda mabuk itu melempari kaca pintu dengan batu balas yang diambil di pinggiran rel KA," katanya.
Menurut Singgih, begitu mengetahui hal itu, dia balik mengejar mereka dan menegur agar menghentikan aksi pelemparan. "Mereka yang merupakan warga setempat melarikan diri setelah saya katakan bahwa aksi itu telah saya laporkan ke polisi. Tak berapa lama kemudian, polisi tiba di stasiun dan melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Sebagian polisi juga melakukan pengejaran terhadap mereka," katanya.
Sekitar setengah jam polisi melakukan penyisiran untuk melakukan pengejaran. Dua pemuda berhasil ditangkap di sekitar Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal saat mencoba melarikan diri menggunakan sepeda motor.