Maruarar: Pemanggilan BPK Cuma Usulan Idrus

Kompas.com - 09/12/2009, 12:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Panitia Angket Century Maruarar Sirait membantah bahwa Panitia Angket Century berencana memanggil pihak Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK di urutan pertama dalam jadwal mereka. Menurut Maruarar, itu cuma usulan Ketua Panitia Angket Century Idrus Marham.

"Senin depan, kita baru rapat untuk membicarakan mekanisme kerja, jadwal, dan siapa-siapa saja yang akan dipanggil. Kemarin pemanggilan BPK cuma usulan Idrus," tutur Maruarar di Gedung DPR RI, Rabu (9/12).

Oleh karena itu, Maruarar meminta agar omongan Idrus tidak dianggap sebagai keputusan panitia khusus atau pansus ini secara utuh. "Meskipun ketua, dia kan enggak bisa memutuskan. Saya juga bisa menyampaikan pendapat. Tapi itu usulan, usulan saya," lanjutnya.

Maruarar sendiri sepakat bahwa pihak BPK akan dipanggil. Namun, pansus juga harus sepakat untuk memanggil pihak-pihak lain yang diduga terlibat, seperti Sri Mulyani, Boediono, Jusuf Kalla, Susno Duadji, serta pihak Lembaga Penjamin Simpanan dan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

Maruarar juga mendorong panitia untuk mengundang sejumlah ahli yang peduli pada isu Bank Century, seperti Kwik Kian Gie, Dradjad Wibowo, Hendri Saparini, Ichsanuddin Noorsy, dan Yanuar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau