Temui KPK, Anies Bahas Perkembangan Bibit-Chandra

Kompas.com - 09/12/2009, 16:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Anggota Tim Delapan Anies Baswedan mengakui pertemuannya dengan Pimpinan KPK sekaligus untuk membicarakan perkembangan kasus Bibit S Rianto dan Chandra Hamzah. Anies mengatakan, menjadi tanggung jawab moral baginya ataupun Tim Delapan untuk mengamati perkembangan kasus kedua Pimpinan KPK yang mendapat gugatan praperadilan pascakeluarnya Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) dari kejaksaan itu.

"Ya itu kami bicarakan. Kami masing-masing punya tanggung jawab moral (terkait kasus Bibit-Chandra)," kata Anies dalam keterangan persnya, Rabu (9/12/09) di Gedung KPK, Jakarta.

Terkait gugatan praperadilan terhadap Bibit dan Chandra, Anies mengatakan, pihak kejaksaan harus tegas menyikapi hal tersebut. "Kalau tidak ada bukti kuat ya bilang tidak ada. Waktu kami di Tim Delapan kan sudah mengatakan bahwa kasus ini tidak punya cukup bukti," paparnya.

Sementara terkait poin rekomendasi mengenai reposisi di lembaga penegak hukum, Anies mengatakan, hal itu perlu dilakukan kepada aparat yang terlibat dalam kasus Bibit dan Chandra. "Kami memang tidak pernah menyebut nama siapa yang harus direposisi. Kami tidak ingin ini jadi judgement parsial. Yang kami sampaikan adalah siapa yang terlibat dalam kasus ini harus diproses. Kalau memang ada masalah ya diberi sanksi," kata dia.

Rektor Paramadina ini juga menegaskan reposisi hukum tersebut perlu dilakukan di lembaga hukum lainnya, yakni kejaksaan dan kepolisian. "Bukan di KPK. Yang harus direposisi itu kan yang terlibat kasus ini. Itu berarti di institusi lainnya," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau