MAGELANG, KOMPAS.com- Hujan es dan angin puting beliung yang menimpa enam desa di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Selasa (8/12) sore kemarin, menyebabkan 54 rumah rusak dan dua rumah di antaranya roboh.
Hingga Rabu petang tadi, Camat Ngluwar Karya Humanita mengaku belum bisa memperkirakan berapa kerugian akibat bencana itu. "Jumlah rumah yang rusak sampai saat ini juga masih terus kami data karena dimungkinkan lebih banyak dari ini," ujarnya, Kamis (9/12).
Enam desa yang dilanda hujan es dan puting beliyng itu adalah Desa Ngluwar, Sumokaton, Jamus, Pakunden, Bligo, dan Karangtalun. Mayoritas kerusakan rumah terjadi akibat tertimpa pohon.
Angin kencang terjadi sekitar pukul 15.30, dan terjadi dua kali, sekitar 10-15 menit. Sebelumnya, turun hujan deras disertai hujan es, dengan bongkahan es sebesar ujung ibu jari.
Ny Notodiharjo, salah seorang warga Ngluwar, mengaku sangat ketakutan ketika bencana itu terjadi. "Waktu itu saya takut dan langsung berlari ke luar," ujarnya. Bagian kamar belakang dan rumah Notodiharjo terbelah dua karena tertimpa pohon durian.
Pepohonan juga menimpa kabel-kabel listrik, dan mengakibatkan listrik padam hingga Rabu sore tadi.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan dan Rehabilitasi Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Magelang Heri Prawoto mengatakan, Kecamatan Ngluwar memang termasuk dalam daerah yang berpotensi terkena angin puting beliung.
"Setiap tahun, di musim pancaroba hingga awal musim penghujan, angin kencang selalu melanda kecamatan ini," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang