Gebuk Pelita Jaya 3-0, Persiba Berjaya Lagi

Kompas.com - 09/12/2009, 19:41 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Tim Persiba Balikpapan dengan kostum biru-biru kembali membuktikan keunggulannya bermain di kandang. Kemenangan tim berjulukan "Beruang Madu" ini setelah berhasil menggebuk tim tamu, Pelita Jaya yang berkostum putih-putih dengan hasil 3-0 pada pertandingan di Stadion Persiba, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (9/12/09).

Kemenangan ini membuktikan tim Persiba sudah kembali dalam penampilan terbaik mereka. Sebelumnya, tim yang bertengger di papan atas ini bermain buruk kalah 1-2 pada pertandingan melawan Persitara Jakarta Utara, Sabtu pekan lalu di tempat yang sama.

Sejak awal babak pertama, tim Persiba terlihat mengambil inisiatif serangan. Kemenangan pertama Persiba terjadi pada menit tujuh, saat Hendro Siswanto dijatuhkan kiper Pelita Jaya Dian Agus Prasetyo di kotak finalti sehingga wasit Yandri langsung menunjuk titik finalti. Julio Lopez yang mengeksekusi pelanggaran tersebut berhasil menyarangkan gol sehingga Persiba unggul 1-0.

Meski unggul satu gol, Tim Persiba terlihat kembali mendominasi permainan. Mereka berusaha tidak banyak memberikan kesempatan tim Pelita Jaya melakukan serangan. Hasilnya, pada menit 17, Julio Lopez kembali menjebol gawang Pelita Jaya.

Gol kedua Lopez itu diciptakan lewat tendangan kerasnya di luar kotak 16 meter. Dengan dua gol itu, Julia lopez sudah mengoleksi tujuh gol. Kemenangan ini bertahan hingga babap pertama berakhir.

Di babak kedua, tim Pelita Jaya berusaha bangkit dengan melakukan serangan ke daerah pertahanan Persiba. Namun, beberapa kali peluang gagal mengasilkan gol. Yang terjadi justru lewat pemain tengah Persiba, Robertino yang ikut melakukan serangan berhasil menambah kemenangan pada menit 76. Gol yang cetak Robertino hasil umpan dari Julio Lopez dari kiri pertahanan Pelita Jaya. Hasil kemenangan 3-0 ini bertahan hingga babak kedua berakhir.

Pelatih Pelita Jaya Fandi Ahmad mengakui, permainan Persiba sangat bagus dan barisan pertahanan mereka juga tanggung. Sedangkan permainan tim Pelita Jaya sendiri terlihat konsentrasi dan disiplin pemain lemah. "Dalam kondisi seperti itulah permainan Persiba menjadi sangat bagus," katanya.

Sementara Pelatih Persiba, Hariyadi menyatakan, dalam pertandingan kali ini semua pemain dalam kondisi terbaik, sehingga mereka mampu menghasilkan yang terbaik. Berbeda saat melawan Persitara Jakarta Utara, sejumlah pemain tidak sikap sehingga terlambat dalam menguasai permainan.

Pertandingan itu juga berbuntut masalah karena PT Liga Indonesia melalui komisi disiplin memanggil Ketua Panitia, Kolonel (CHK) Rachmadi untuk datang ke Jakarta, Jumat (11/12/2009) terkait kasus pemukulan yang menimpa wasit Jajat Sudrajat usai pertandingan Persiba melawan Persitara tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau