Pertamina EP Optimis Mencapai Target Tahun 2009

Kompas.com - 09/12/2009, 21:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah optimis melampaui target rata-rata produksi minyak 2009 sebesar 125.500 barrel per hari. Hal ini didukung perolehan produksi rata-rata mulai awal Januari hingga akhir November 2009 yang mencapai 126.686 barel per hari atau 1.186 barel per hari lebih tinggi dari target.

Pencapaian ini merupakan peningkatan 8,6 persen dari realisasi 2008 sebesar 116.600 barrel per hari, yang sekaligus membuktikan keberhasilan Pertamina EP dalam meningkatkan produksi dari tahun ke tahun. Direktur Operasi Pertamina EP Bagus Sudaryanto, dalam siaran pers, Rabu (9/12/09), di Jakarta, transformasi Pertamina EP diimplementasikan dalam langkah nyata serta optimalisasi lapangan-lapangan produksi.

Pada 2010 taget produksi minyak Pertamina EP sebesar 128.000 barel per hari. Meski hanya meningkat 2 persen dari 2009, hal ini tidak mudah dicapai dan perlu upaya keras untuk menahan laju penurunan produksi, mengingat tingginya laju penurunan secara alamiah yang masih sangat tinggi yakni rata-rata sebesar 18 persen per tahun.

Upaya untuk mengatasi hal ini dengan melakukan penyempurnaan pada proses eksploitasi secara primary recovery melalui implementasi best reservoir management and maintenance. Produksi juga dioptimalkan melalui artificial lift dan optimalisasi fasilitas produksi, serta fokus pada implementasi prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja.

Produksi minyak Pertamina EP Januari 2009 masih pada kisaran 118.000 barel per hari terus mengalami peningkatan secara bertahap dan pada Mei 2009 telah mencapai 124.464 barel per hari. Upaya peningkatan produksi pad a triwulan kedua dan ketiga terus membuahkan hasil dengan pencapaian produksi rata-rata Agustus 2009 sebesar 132.370 barel per hari dan pada rata-rata produksi November 2009 telah menembus 133.881 barel per hari.

Lapangan yang menjadi penghasil utama produksi minyak Pertamina EP yakni Region Jawa dengan kisaran produksi 25.000 barel per hari, Region Sumatera 19.0000 barel per hari, lapangan Sukowati yang menjadi bagian Pertamina EP dengan 32.000 barel per hari danUnit Bisnis Limau dengan 12.000 barel per hari. Untuk lapangan-lapangan lainnya produksi minyak bervariasi antara antara 2.000 barel per hari hingga 10.000 barel per hari.

Untuk produksi rata-rata gas Pertamina EP hingga November 2009 sebesar 1.050 juta standar kaki kubik per hari. Dari jumlah tersebut 28 persen dipasok kepada Perusahaan Gas Negara (PGN), 22 persen untuk memenuhi kebutuhan industri, 18 persen untuk industri pupuk, 18 persen untuk pasokan ke pembangkit listrik dan 14 persen lain untuk kebutuhan Kilang Pertamina dan pemakaian sendiri. Pertamina EP merupakan pemasok gas dalam negeri terbesar di Indonesia.

Menurut Manajer Humas Pertamina EP M Harun, produksi m inyak Pertamina EP terus meningkat sejak tahun 2003 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (Capital Average Gross Ratio/ CAGR) mencapai 3,1 persen dari level produksi 95,6 ribu barel per hari (MBOPD) di 2003 menjadi 102,2 MBOPD di 2006. Produksi ini tumbuh 6,7 persen di 2007 jadi 110,3 MBOPD dan kembali naik 7,8 persen tahun 2008 dengan produksi rata-rata 116,6 MBOPD. Hingga akhir 2009 Pertamina EP optimis dapat melampaui target produksi 125,5 MBOPD.

Pertamina EP merupakan anak perusahaan Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas di dalam negeri, sekaligus sebagai penyumbang profit terbesar di antara seluruh unit bisnis dan anak perusahaan Pertamina. Total laba Pertamina EP terus meningkat, pada tahun 2006 laba sebelum pajak Pertamina EP Rp 11,29 triliun, di tahun 2007 naik jadi Rp. 15,16 triliun dan mencapai keuntungan tertinggi pada 2008 sebasar Rp 19,08 triliun atau lebih dari 70 persen total keuntungan Pertamina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau