Eh.. Obama Terima Hadiah Nobel Lho

Kompas.com - 10/12/2009, 03:08 WIB

OSLO, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama tadi malam terbang ke Oslo untuk menerima penyerahan hadiah Nobel yang akan diberikan Kamis ini. Obama dinilai mampu memperkuat hubungan antarnegara melalui diplomasi internasional, meski hal itu dirasa masih sulit mencapai tujuan.

Selama hampir 11 bulan bekerja, Obama telah menciptakan banyak kebijakan guna memperbaiki citra Amerika dalam berurusan dengan negara lain. Dia telah mengulurkan tangan untuk dunia Muslim, mulai memperbaiki hubungan dengan Eropa, serta mengurangi ketegangan dengan Rusia. Namun untuk kawasan Afganistan, Timur Tengah, Iran, dan Korea Utara, hal itu masih sulit terjadi.

Di Afganistan, Obama yang mewarisi pendahulunya, Bush dalam sepekan terakhir malah membuat kebijakan menambah 30.000 pasukan untuk berangkat ke negara tersebut guna menumpas gerilyawan Taliban. Demikian pula di Timur Tengah. Semula, Obama memang menuntut Israel agar mengakhiri pembangunan pemukiman di wilayah yang mereka duduki.

Namun setelah bertemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Obama bersikap mendua. Ia justru memperlunak sikap pada penyelesaian masalah di kedua negara itu, dengan mengatakan pembekuan permukiman Yahudi tidak seharusnya menjadi prasyarat untuk memulai kembali perundingan damai.

Sikap inilah yang kemudian membuat Presiden Palestina Mahmoud Abbas sangat kecewa dan berniat tidak akan maju lagi dalam pilpres tahun depan. Kekecewan serupa juga ditunjukkan negara-negara Arab yang menganggap Obama tidak perlu diperhitungkan lagi. Kini, satu-satunya uaya damai hanya bisa dilakukan Netanyahu dan Abbas lewat sidang PBB.

Sementara itu, hingga tadi malam, sejumlah helikopter mulai disiagakan untuk meningkatkan penanganan kedatangan orang nomor satu di AS itu. Mei-Britt Gundersen, warga setempat, kepada AFP mengatakan, suasana tadi malam sangat menakutkan. Suara dua helikopter menderu di atas langit kota, sementara sejumlah jalan menuju Hotel Grand telah diblokir. Ia sempat berpikir, apakah sedang ada seorang teroris sehingga perlu pengamanan seketat ini.

Untuk diketahui, guna menjaga keamanan Obama, pemerintah setempat mengeluarkan duit sekitar 16 juta dolar, lebih dari 10 kali uang hadiah yang diberikan kepada pemenang hadiah Nobel Perdamaian.

Barikade yang ditempatkan di sepanjang trotoar dan jalan-jalan utama di Oslo, dengan pengamanan antara 2.000 dan 2.500 polisi. Bukan itu saja, sejumlah pesawat antirudal disiapkan di bandara dan perbatasan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau