Pakistan Tangkap Lima Pria AS

Kompas.com - 10/12/2009, 07:58 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Lima warga Amerika telah ditangkap di Pakistan pekan ini dan diperiksa karena diduga berhubungan dengan kelompok garis keras, Kedutaan Besar Pakistan di Washington mengatakan, Rabu (9/12).
   
Kelima orang itu, mahasiswa yang berusia 20-an tahun dari Virginia utara, ditangkap di Sargodha di provinsi Punjab di Pakistan, Selasa (8/12), kata juru bicara kedutaan Imran Gardezi.
   
Ia tidak memberikan perincian lain mengenai keadaan di sekitar penangkapan mereka, nama mereka atau di mana mereka ditahan. "Alasan bagi kunjungan mereka ke Pakistan sedang diselidiki," kata Gardezi. "Mereka diselidiki karena diduga mepunyai hubungan dengan kelompok garis keras."
   
FBI mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa badan itu telah berhubungan dengan keluarga kelima orang tersebut dan juga pihak berwenang penegak hukum di Pakistan. "Kami akan bekerja sama dengan pemerintah Pakistan untuk menentukan identitas mereka dan sifat usaha mereka di sana, apakah  benar memang mereka mahasiswa yang hilang. Karena ini penyelidikan terus-menerus, kami tidak akan dapat memberikan perincian lebih lanjut pada waktu ini," kata FBI.
   
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ian Kelly menyatakan Kedutaan Besar AS di Islamabad juga sedang mencari informasi mengenai kelima orang itu. "Jika mereka warga Amerika, kami tentu saja akan sangat tertarik dengan tuduhan yang menjadi dasar mereka ditahan dan bagaimana keadaan di sekitar mereka ditahan," kata Kelly.
   
Ketika ditanya mengenai kelima orang itu, Menlu AS Hillary Clinton menolak berkomentar tapi menegaskan kembali AS memprihatinkan kerja kelompok ekstrim di Pakistan, khususnya di daerah perbatasan dengan Afganistan. "Kami mengtahui kami harus bekerja secara lebih dekat dengan Afganistan dan Pakistan untuk berupaya membasmi infrastruktur terorisme yang terus merekrut dan melatih orang," katanya.
   
Berita mengenai kelima mahasiswa itu diterima ketika seorang pria Chicago dengan akar Pakistan, yang dituduh mengintai sasaran pada serangan Mumbai 2008 di India, menyatakan tidak bersalah Rabu pada penampilan pertamanya di pengadilan sejak penangkapannya Oktober.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau