WASHINGTON, KOMPAS.com - Lima warga Amerika telah ditangkap di Pakistan pekan ini dan diperiksa karena diduga berhubungan dengan kelompok garis keras, Kedutaan Besar Pakistan di Washington mengatakan, Rabu (9/12).
Kelima orang itu, mahasiswa yang berusia 20-an tahun dari Virginia utara, ditangkap di Sargodha di provinsi Punjab di Pakistan, Selasa (8/12), kata juru bicara kedutaan Imran Gardezi.
Ia tidak memberikan perincian lain mengenai keadaan di sekitar penangkapan mereka, nama mereka atau di mana mereka ditahan. "Alasan bagi kunjungan mereka ke Pakistan sedang diselidiki," kata Gardezi. "Mereka diselidiki karena diduga mepunyai hubungan dengan kelompok garis keras."
FBI mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa badan itu telah berhubungan dengan keluarga kelima orang tersebut dan juga pihak berwenang penegak hukum di Pakistan. "Kami akan bekerja sama dengan pemerintah Pakistan untuk menentukan identitas mereka dan sifat usaha mereka di sana, apakah benar memang mereka mahasiswa yang hilang. Karena ini penyelidikan terus-menerus, kami tidak akan dapat memberikan perincian lebih lanjut pada waktu ini," kata FBI.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ian Kelly menyatakan Kedutaan Besar AS di Islamabad juga sedang mencari informasi mengenai kelima orang itu. "Jika mereka warga Amerika, kami tentu saja akan sangat tertarik dengan tuduhan yang menjadi dasar mereka ditahan dan bagaimana keadaan di sekitar mereka ditahan," kata Kelly.
Ketika ditanya mengenai kelima orang itu, Menlu AS Hillary Clinton menolak berkomentar tapi menegaskan kembali AS memprihatinkan kerja kelompok ekstrim di Pakistan, khususnya di daerah perbatasan dengan Afganistan. "Kami mengtahui kami harus bekerja secara lebih dekat dengan Afganistan dan Pakistan untuk berupaya membasmi infrastruktur terorisme yang terus merekrut dan melatih orang," katanya.
Berita mengenai kelima mahasiswa itu diterima ketika seorang pria Chicago dengan akar Pakistan, yang dituduh mengintai sasaran pada serangan Mumbai 2008 di India, menyatakan tidak bersalah Rabu pada penampilan pertamanya di pengadilan sejak penangkapannya Oktober.