Tahura Bukit Soeharto Bertambah Luas

Kompas.com - 10/12/2009, 18:05 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com — Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kalimantan Timur bertambah luas dari 61.850 hektar menjadi 67.766 hektar. Penambahan luas itu berkonsekuensi tata batas kawasan harus dilaksanakan lagi.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional III Tubagus Unu Nitibaskara mengemukakan itu saat Sosialisasi Rencana Pengelolaan Tahura Bukit Soeharto di Kantor Gubernur Kaltim, Kota Samarinda, Kamis (10/12/2009).

Tahura Bukit Soeharto berada dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Luas yang 61.850 hektar itu sesuai Surat Keputusan Menteri Kehutanan 419/Menhut-II/2004. Luas terbaru yang bertambah 5.916 hektar menjadi 67.766 hektar sesuai SK Menhut 577/Menhut-II/2009.

"Ada perbedaan luas karena pengukuran pada 1991 kurang akurat. Saat diukur lagi, luas sebenarnya ialah 67.766 hektar," kata Tubagus. Hal itu terjadi akibat peralatan yang dipakai waktu itu dipakai tidak secanggih sekarang.

Dengan penambahan luas itu, lanjut Tubagus, batas-batas kawasan perlu ditata kembali termasuk keberadaan tiga kawasan hutan dengan tujuan khusus di dalamnya, seperti Hutan Penelitian dan Pendidikan Universitas Mulawarman. Tahura kini berada dalam tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Kehutanan setempat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pembinaan Pelestarian Alam Dinas Kehutanan Kaltim Wahyu Widi Heranata mengatakan, penambahan luas juga berdampak kian beratnya masalah yang harus diatasi.

Wahyu memaparkan, di Tahura bermukim sekitar 33.000 jiwa warga delapan desa. Di dalam kawasan ada permukiman, tempat usaha seperti warung, toko, bengkel, bahkan pompa bensin, dan lahan budidaya pertanian. Ada juga aktivitas pertambangan ilegal yang masih diusut oleh kepolisian. Hampir 25.000 hektar kawasan telah rusak akibat penguasaan lahan, pembalakan ilegal, dan pertambangan.

"Keberadaan manusia dan pelbagai aktivitas yang terlanjur ada di dalam Tahura sebisa mungkin ditertibkan atau diatur dalam zona khusus. Dengan demikian, kawasan lainnya harus diperuntukkan bagi pelestarian fungsi penyangga ekologi dan keanekaragaman hayati," kata Wahyu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau