BANTUL, KOMPAS.com - Penghentian subsidi vaksin sepanjang tahun ini ternyata berdampak negatif bagi penurunan kasus flu burung di Kabupaten Bantul. Jumlah unggas yang mati akibat flu burung tahun ini melonjak hingga tiga kali lipat. Diharapkan tahun depan pemerintah pus at kembali menggelontorkan bantuan vaksin.
Jumlah kematian unggas akibat flu burung tahun 2008 tercatat 880 ekor, sementara tahun ini sudah mencapai 2890 ekor. Salah satu pemicunya adalah penghentian subsidi vaksin. Tahun 2008, Bantul masih mendapatkan vaksin sebanyak 387.250 dosis.
"Tahun 2009 pemerintah pusat sengaja menghentikan untuk membuat evaluasi sejauh mana efektivitas pemberian vaksin. Ternyata tanpa vaksin, kasus flu burung melonjak tajam. Seharusnya itu menjadi pertimbangan untuk menggelontorkan kembali subsidi vaksin," kata drh Wisnu Sukmono, bidang kesehatan hewan, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bantul, Kamis (10/12/2009).
Menurutnya, subsidi vaksin diberikan kepada peternak sektor 4 atau peternak yang biasanya mengumbar ternaknya tanpa kandang dan makanan tetap. Peternak kategori ini hanya menganggap beternak sebagai pekerjaan sampingan, sehingga tidak ada perlakukan yang serius.
"Jangankan untuk memberi vaksin, memberi makan saja mereka enggan. Mereka hanya mengumbar ayamnya mencari makanan sendiri ke sana-sini. Perilaku tersebut membuat penularan flu burung sangat cepat," ujarnya.
Di Bantul hanya ada dua ketegori peternak unggas yakni sektor 4 dan sektor 3 atau peternak dengan jumlah unggas di bawah 5.000 ekor. Peternak kelas menengah biasanya sudah sadar untuk memberikan vaksin kepada unggasnya. Alasannya karena bila k ematian unggas banyak, kerugian mereka pun makin besar.
Flu burung mulai masuk ke Bantul tahun 2004, sementara pemberian vaksin dimulai tahun 2006. Pemberian vaksin terbukti efektif menekan kematian unggas akibat flu burung. Sebelumnya, jumlah unggas terutama ayam buras terus menurun. Bila tahun 2005 populasinya masih mencapai 750.000 ekor, tahun 2007 tinggal 400.000 ekor saja. Akhir tahun 2008 jumlahnya sudah meningkat menjadi 522.809 ekor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang