Komnas HAM Janji Respons Kasus Ogan Ilir

Kompas.com - 10/12/2009, 20:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tepat pada peringatan Hari HAM Sedunia Ke-61, Komnas HAM yang sedang mengadakan perayaan Hari HAM mendapat tamu jauh dari Palembang. Mereka adalah korban kasus penembakan di lahan sengketa warga Desa Ranges, Ogan Ilir, Palembang dengan PT PN VII yang didampingi oleh LBH Palembang, Walhi Sumatera Selatan, dan Konsorsium Perkebunan Agraria (KPA). Aduan mereka disampaikan kepada komisioner Komnas HAM DD Shineba.

Pihak Komnas HAM sendiri berjanji akan menangani dengan serius kasus tersebut. "Yang pertama tentu saja Komnas HAM merespons kasus ini sebagai persoalan serius, karena menyangkut hak-hak warga negara yang diabaikan," kata Syarifuddin, di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (10/12/09).

Dalam pengaduan tersebut mereka juga menunjukan bukti-bukti seperti sejumlah peluru dan foto-foto yang memperlihatkan luka-luka korban.

Lebih lanjut ia mengatakan akan merespon cepat kasus tersebut, pihaknya akan berkomunikasi dengan pihak kepolisian. Selain juga akan meminta keterangan kepada pihak kepolisian yang melakukan penembakan ketika itu.

Menurut Syafruddin, Komnas HAM akan memastikan bahwa pihak kepolisian melakukan kewajiban memberikan rasa aman kepada warga negara. "Seharusnya, mereka menghentikan tindakan sewenang-wenang yang berkategori hak asasi manusia," tambahnya.

Sebagaimana diberitakan, 12 warga Desa Rengas, Payaraman, Ogan  Ilir, Sumsel, terluka akibat diberondong peluru karet Satuan Brimob Polda Sumsel, Jumat (4/12/09) lalu. Insiden ini terjadi setelah sekitar 300  warga menyandera 2 karyawan Pabrik Gula Cinta Manis sebagai buntut  konflik lahan garapan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau